Dana Abadi LPDP Tembus Rp 70,1 Triliun, Guru dan Dosen Bakal Kecipratan

Kompas.com - 24/04/2021, 04:32 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).


JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah mencatat dana abadi yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) saat ini sudah terakumulasi sebesar Rp 70,1 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa hal ini merupakan suatu kenaikan yang luar biasa. Pasalnya, sejak LPDP dibentuk, awalnya dana abadi hanya sebesar Rp 1 triliun.

Di dalam dana abadi itu terdapat dana abadi pendidikan sebesar Rp 61,1 triliun, dana abadi penelitian Rp 4,99 triliun, dana abadi untuk perguruan tinggi Rp 3 triliun, dan dana abadi untuk kebudayaan Rp 1 triliun.

Baca juga: Grab Kelola Dana Abadi Hampir Rp 4 Triliun, Rp 280 Miliar untuk Vaksinasi Mitra Pengemudi

Ia menjelaskan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selama ini terus mencoba untuk mengelola belanja negara yang begitu besar pada anggaran pendidikan.

Awalnya, sistem anggaran mengharuskan alokasi belanja dihabiskan dalam satu tahun anggaran. Maka, Kemenkeu mulai merintis pembentukan dana abadi.

Dengan begitu, alokasi anggaran 20 persen tersebut dapat didesain dengan program yang tidak harus dihabiskan pada satu tahun anggaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pembentukan dana abadi dalam bentuk dana abadi pendidikan yang kemudian dikenal untuk membiayai beasiswa baik yang sifatnya reguler, afirmasi maupun untuk ASN TNI Polri itu merupakan suatu pemikiran untuk menciptakan sebuah dana yang bermanfaat antargenerasi atau intergenerational fund,” ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (24/4/2021).

Baca juga: Groundbreaking Ibu Kota Negara Baru, Sri Mulyani Gelontorkan Rp 1,7 Triliun Tahun 2021

“Kita berharap Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Kementerian Agama betul-betul memikirkan desain dari penggunaan ini yang betul-betul bisa dimanfaatkan antargenerasi,” sambung Sri Mulyani.

Rencana penggunaan dana abadi LPDP

Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga buka suara mengenai rencana penggunaan dana abadi ke depan. Dalam hal ini, ia mengungkap adanya perluasan cakupan penggunaan dana abadi.

“Kementerian Keuangan melalui BLU (LPDP) terus berharap pemanfaatan hasil investasi dari dana abadi ini benar-benar bisa memberikan dukungan yang fleksibel dan efektif bagi program-program yang didesain oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Agama dan kementerian yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan penelitian tentunya,” pintanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.