Investasi Capai Rp 219,7 Triliun di Kuartal I, Serap 311.793 Tenaga Kerja

Kompas.com - 26/04/2021, 12:57 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat virtual pressconference, Rabu (22/4/2020). KOMPAS.com/ ELSA CATRIANAKepala BKPM Bahlil Lahadalia saat virtual pressconference, Rabu (22/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan, realisasi investasi pada kuartal I 2021 mencapai Rp 219,7 triliun dari target investasi sebesar Rp 900 triliun.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi tersebut tumbuh 2,3 persen secara kuartalan (quarter to quarter/QtoQ) dan 4,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), dan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 311.793 orang.

"Sebenarnya (target) dari Bappenas itu Rp 856 triliun, namun Pak Presiden memerintahkan kepada kami dan seluruh jajaran BKPM untuk target investasi Rp 900 triliun. Ini bukan pekerjaan yang gampang, di era pandemi," kata Bahlil dalam konferensi daring, Senin (26/4/2021).

Baca juga: Jokowi Mau Bentuk Kementerian Investasi, padahal Sudah Ada BKPM

Bahlil menuturkan, Penanaman Modal Asing (PMA) berupa investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) mulai tumbuh stabil setelah menurun di kuartal sebelumnya, dibanding Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Pada kuartal ini, BKPM mencatat realisasi PMA sebesar Rp 111,7 triliun, atau naik 0,6 persen (QtoQ) dan 14,09 triliun.

Porsinya mencapai 50,8 persen dari total keseluruhan investasi selama kuartal I 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan PMDN mencapai Rp 108 triliun, naik 4,2 persen secara kuartalan.

Namun, secara tahunan, porsinya menurun -4,2 persen atau hanya mencapai 49,2 persen.

Baca juga: Jangan Langsung Baper, Begini Tips Investasi Saham saat Harganya Rontok

"Ini menunjukkan bahwa kepercayaan dunia kepada Indonesia dan aktifitas PMA kita sudah mulai normal dan jalan. Sudah bisa melakukan adaptasi perkembangan pandemi Covid-19 yang melanda dunia," ucap Bahlil.

Sebaran investasinya pun unggul di luar Jawa dengan porsi mencapai 52,1 persen.

Total investasi di luar Jawa mencapai Rp 114,4 triliun atau naik 11,7 persen.

Bahlil bilang, pertumbuhan investasi di luar Jawa ini meneruskan pertumbuhan pada kuartal-kuartal sebelumnya.

Sedangkan di Pulau Jawa sebesar Rp 105,3 triliun dengan porsi 47,9 persen atau turun 2,7 persen.

Baca juga: Investasi Emas Jangka Pendek vs Jangka Panjang, Lebih Cuan yang Mana?

"Pada kartal IV (2020) saya sampaikan bahwa dalam sejarah baru pertama terjadi pasca reformasi, realisasi investasi untuk di luar Pulau Jawa (lebih tinggi porsinya)," ucap Bahlil.

Jika dilihat berdasarkan industrinya, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran berada dalam posisi pertama dengan realisasi mencapai Rp 29,4 triliun, diikuti oleh industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp 27,9 triliun, transportasi gudang dan telekomunikasi Rp 25,6 triliun, makanan dan minuman Rp 21,7 triliun, serta listrik, gas dan air Rp 20,2 triliun.

"Di industri logam dasar, barang logam bukan mesin, dan peralatan, ini untuk pabrik atau industri, ini naik luar biasa sekali. Sekarang di peringkat kedua, biasanya kelima atau keenam," ungkapnya.

Adapun negara yang masuk dalam 5 besar, yakni Singapura dengan nilai 2,6 miliar dollar AS, diikuti China 1 miliar dollar AS, Korea Selatan 900 juta dollar AS, Hong Kong 800 juta dollar AS, dan Swiss 500 juta dollar AS.

Baca juga: Menhub: Konektivitas Bikin Investasi Masuk ke Indonesia

"Investasi PMDN memilih wilayah-wilayah yang aman seperti infrastrukturnya sudah bagus, tenaga kerjanya produktif, listrik sudah bagus dan lebih banyak di Jawa. Kalau PMA, masuk ke Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Riau," sebut Bahlil.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.