Kuartal I 2021, CIMB Niaga Auto Finance Catat Pembiayaan Kendaraan Tumbuh 5 Persen

Kompas.com - 26/04/2021, 20:34 WIB
Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman memaparkan realisasi penyaluran pembiayaan CNAF per September 2019 di Jakarta, Selasa (15/10/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAPresiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman memaparkan realisasi penyaluran pembiayaan CNAF per September 2019 di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat kenaikan realisasi kredit di kuartal I 2021, meski pandemi Covid-19 belum berakhir di Tanah Air.

Tercatat, realisasi kredit pada kuartal pertama tahun ini mencapai Rp 1,1 triliun atau tumbuh 5 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 950 miliar.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, meski begitu, sejatinya pertumbuhan masih sangat terbatas.

Baca juga: CIMB Niaga Auto Finance Luncurkan Produk Porsi Haji, Tenor Paling Lama 7 Tahun

 

Saat itu, masyarakat masih menunggu insentif PPnBM yang digulirkan pemerintah sehingga pembelian kendaraan bermotor tertahan.

"Jadi Januari - Februari banyak sekali masyarakat yang lebih cenderung menunggu. Sehingga peningkatan dari sisi realisasi tahun 2021 hanya meningkat 5 persen," kata Ristiawan dalam konferensi pers secara daring, Senin (26/4/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, aset kelolaan perseroan mampu menembus double digit karena adanya pertumbuhan realisasi kredit.

Total aset kelolaan meningkat 13 persen menjadi Rp 5,63 triliun dari sebelumnya Rp 5 triliun.

Untuk melihat kualitas aset, pihaknya menggunakan indikator current ratio, yakni kumpulan akun yang melakukan pembayaran tepat waktu.

Baca juga: CIMB Niaga Akan Bagikan Dividen Rp 1 Triliun, Ini Jadwalnya

Terlihat, jumlah nasabah yang membayar lancar meningkat pada kuartal ini secara tahunan.

"Jadi kalau kita lihat total nasabah yang tidak menunggak totalnya dari 82,23 persen (di kuartal I 2020), sekarang jadi 91,24 persen mencerminkan nasabah membayar sesuai perjanjian yang disepakati," ucap Ristiawan.

Pria yang akrab disapa Aris ini juga merinci, ada sekitar Rp 5,13 triliun aset dari nasabah yang tidak pernah telat bayar.

Ke depan dia berharap, aset kelolaan mampu tumbuh sebesar 20 persen.

Hal ini jadi tak muluk-muluk karena adanya vaksinasi Covid-19 dan insentif PPnBM yang digulirkan, meski terdapat larangan mudik.

Baca juga: CIMB Niaga Finance Catatkan Laba Bersih Rp 224,81 Miliar pada 2020

"Kalau melihat tren penjualan mobil baru berkat PPnBM dan dikonfirmasi Gaikindo, CNAF juga merasakan, permintaan akan meningkat, makanya kita beranikan diri mencanangkan pertumbuhan aset kelolaan. Bahkan setelah ada vaksinasi, CNAF (yakin) bisa melampaui di atas 20 persen dari aset kelolaan," pungkas Aris.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X