Menkop UKM Sebut Ada 3 Kunci UMKM Kelapa Sawit Bisa Tumbuh

Kompas.com - 27/04/2021, 17:00 WIB
Menkop Teten dalam  acara NGETEM X Lokal Heroes UKM (Ngopi Bareng Teten Masduki Bersama Finalis UKM Award dan Pahlawan Digital 2020) yang disiarkan secara virtual, Selasa (15/12/2020).  DOKUMENTASI HUMAS KEMENKOP UKMMenkop Teten dalam acara NGETEM X Lokal Heroes UKM (Ngopi Bareng Teten Masduki Bersama Finalis UKM Award dan Pahlawan Digital 2020) yang disiarkan secara virtual, Selasa (15/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, luasnya lahan sawit tidak lagi satu-satunya kunci untuk menjadi pemain utama sawit di dunia.

Justru kata dia, kunci UMKM berbasis sawit dapat tumbuh yaitu manajeman lahan, manajemen sumber daya alam (SDM), manajemen inovasi, serta teknologi dan manajemen pasar jauh lebih menentukan.

"Ada tiga kunci agar UMKM berbasis sawit dapat tumbuh. Pertama, petaninya terkonsolidasi, tidak perorangan lagi, dan melalui koperasi," ujarnya secara virtual, Selasa (27/4/2021).

"Kedua, terjalinnya kemitraan yang baik. Salah satu indikatornya adalah terfasilitasinya koperasi tani masuk ke dalam rantai nilai global. Ketiga, adanya inovasi, R&D (research and development), hilirisasi produk sawit agar memiliki nilai tambah," sambungnya.

Ia menyebutkan, komoditi sawit memiliki peran penting dalam ekonomi nasional. Berdasarkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), ekspor komoditas sawit di tahun 2020 mencapai 22,97 miliar dollar AS atau setara Rp 321,5 triliun. Angka ini naik 13,6 persen dibandingkan pada 2019.

Tahun ini, lanjut Teten, pihaknya memiliki prioritas melahirkan 100 koperasi modern.

"Kami terbuka untuk bersinergi melahirkan koperasi sawit yang modern dan mendunia," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Menengok Anggaran Alutsista Kemenhan di Bawah Pimpinan Prabowo

Lebih lanjut kata dia, ada Lembaga Pengelola Dana Bergulir atau LPDB-KUMKM untuk melengkapi pembiayaan dari BPDPKS sebelumnya.

"Pasar energi terbarukan dan konsumsi produk ramah lingkungan juga terus membesar, baik di dalam maupun luar negeri. Ini peluang untuk melahirkan produk-produk sawit unggulan," ujarnya.

Menutup sambutan, Teten bercerita, pernah berkunjung ke Malaysia bersama Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil. Di Negeri Jiran, ia melihat The Federal Land Development Authority (Felda) dan Federal Land Consolidation and Rehabilitation Authority (Felcra).

Ia berharap, sektor sawit di Indonesia bisa mencontoh dari kedua lembaga tersebut yang juga berupaya menekan angka kemiskinan.

"Meski dua entitas itu berbeda, namun kelembagaan ini punya tugas yang sama yaitu mengatasi kemiskinan dengan optimalisasi tanah rakyat, termasuk melalui perkebunan sawit terpadu," pungkasnya.

Baca juga: Melonjak, Tesla Raup Pendapatan hingga Rp 150,8 Triliun pada Kuartal I 2021

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beberapa Bandara Tak Layani Penerbangan akibat Pandemi, Termasuk Bandara Soedirman

Beberapa Bandara Tak Layani Penerbangan akibat Pandemi, Termasuk Bandara Soedirman

Whats New
Globalisasi Adalah: Pengertian, Ciri-ciri dan Dampak-dampaknya

Globalisasi Adalah: Pengertian, Ciri-ciri dan Dampak-dampaknya

Whats New
Tinggal 2 Bulan, Airlangga Yakin Dana PEN Terserap Lebih dari 100 Persen

Tinggal 2 Bulan, Airlangga Yakin Dana PEN Terserap Lebih dari 100 Persen

Whats New
Apa Itu Blue Chip, Middle Cap, dan Small Cap Dalam Investasi Saham?

Apa Itu Blue Chip, Middle Cap, dan Small Cap Dalam Investasi Saham?

Spend Smart
IPO Mitratel Lebih Besar dari Bukalapak, BEI Yakin Investor Masih Bisa Serap

IPO Mitratel Lebih Besar dari Bukalapak, BEI Yakin Investor Masih Bisa Serap

Whats New
Imbas Kejahatan Cyber, Bank-bank Dunia Merugi Rp 1.420 Triliun Per Tahun

Imbas Kejahatan Cyber, Bank-bank Dunia Merugi Rp 1.420 Triliun Per Tahun

Whats New
Prudential Jalankan Program Literasi Keuangan untuk Berbagai Komunitas

Prudential Jalankan Program Literasi Keuangan untuk Berbagai Komunitas

Rilis
Mengenal Perbedaan Wesel Pos dan Kartu Pos

Mengenal Perbedaan Wesel Pos dan Kartu Pos

Whats New
Hasilnya Keluar 3 Jam, Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Laris Manis

Hasilnya Keluar 3 Jam, Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Laris Manis

Whats New
Kementan Raih Penghargaan KIP 2021, Mentan SYL Apresiasi Kinerja Jajarannya

Kementan Raih Penghargaan KIP 2021, Mentan SYL Apresiasi Kinerja Jajarannya

Rilis
Ikut Expo 2020 Dubai, Kemenperin:Pemerintah Dukung Sektor Manufaktur Terapkan Industri 4.0

Ikut Expo 2020 Dubai, Kemenperin:Pemerintah Dukung Sektor Manufaktur Terapkan Industri 4.0

Rilis
Harga PCR Diminta Turun Jadi Rp 300.000, Menkes: Tidak Ada Rencana Subsidi...

Harga PCR Diminta Turun Jadi Rp 300.000, Menkes: Tidak Ada Rencana Subsidi...

Whats New
Kemenhub Pastikan Bandara Ilaga Papua Sudah Beroperasi Normal Setelah Kecelakaan Pesawat

Kemenhub Pastikan Bandara Ilaga Papua Sudah Beroperasi Normal Setelah Kecelakaan Pesawat

Whats New
Pegawai BUMN, TNI, Polri Bisa Menjadi Peserta BP Tapera pada 2023

Pegawai BUMN, TNI, Polri Bisa Menjadi Peserta BP Tapera pada 2023

Whats New
IHSG Ditutup Menguat 0,47 Persen pada 6.656

IHSG Ditutup Menguat 0,47 Persen pada 6.656

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.