Pemerintah Lelang 6 Seri Sukuk Negara Pekan Depan, Ini Imbal Hasilnya

Kompas.com - 27/04/2021, 17:40 WIB
Ilustrasi penjualan sukuk. (Dok. Shutterstock) Ilustrasi penjualan sukuk.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pekan depan. Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri Surat Perbendaharaan Negara-Syariah (SPN-S) dan Project Based Sukuk (PBS) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2021.

Mengutip siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Sukuk Negara yang dilelang berupa seri SPN-S 05112021, PBS004, PBS017, PBS027, PBS028, dan PBS029.

"Lelang dibuka hari Selasa tanggal 4 Mei 2021 pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB. Hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama. Setelmen akan dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2021 atau 2 hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang (T+2)," ujar DJPPR dalam pengumuman tersebut, Selasa (27/4/2021).

Dari keenam sukuk ini, imbalan yang ditawarkan berbeda-beda. Imbalan Seri SPN-S 05112021 diskonto, PBS004 imbal hasilnya sebesar 6,1 persen, PBS017 imbal hasil 6,12 persen, PBS027 imbal hasil 6,5 persen, PBS028 imbal hasil 7,7 persen, dan PBS029 imbal hasil ditawarkan 6,3 persen.

Baca juga: Tak Mau Seperti India, Luhut Sowan Kyai Minta Bantuan Sosialisasi Covid-19

Pemerintah menargetkan pelelangan sukuk ini bisa mencapai Rp 10 triliun. Lelang SBSN akan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN. Lelang ini bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price).

Pemerintah menggandeng sejumlah perbankan dan sekuritas untuk membantu melakukan penawaran serta pembelian keenam sukuk tersebut. Meliputi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank HSBC Indonesia Tbk, PT Bank OCBC NISP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikutnya, Standart Chartered Bank, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Maybank Indonesia Tbk, Citibank, PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, Deutsche Bank AG, dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk. Untuk sekuritasnya sendiri ada BRI Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, serta PT Bahana Sekuritas Tbk.

SBSN seri SPN-S akan diterbitkan menggunakan akad Ijarah Sale and Lease Back dengan mendasarkan pada fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) nomor 72/DSN-MUI/VI/2008. Sedangkan SBSN seri PBS menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased dengan mendasarkan pada fatwa DSN-MUI nomor 76/DSN-MUI/VI/2010.

Baca juga: Menengok Anggaran Alutsista Kemenhan di Bawah Pimpinan Prabowo

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.