"Pak Presiden Jangan Hanya Lirik Investasi Besar, Lirik Juga Investasi Kecil.."

Kompas.com - 27/04/2021, 19:15 WIB
Tepung sagu produksi sentra industri sagu di Sungai Tohor, Tebing Tinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau, Sabtu (13/2/2021). Tahun 2014, selama 3 bulan lahan gambut di sini terbakar. Warga merestorasi lahan gambut dengan menanam tanaman lokal seperti sagu sebagai salah satu upaya ketahanan pangan dan mempertahankan ekosistem lahan gambut. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOTepung sagu produksi sentra industri sagu di Sungai Tohor, Tebing Tinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau, Sabtu (13/2/2021). Tahun 2014, selama 3 bulan lahan gambut di sini terbakar. Warga merestorasi lahan gambut dengan menanam tanaman lokal seperti sagu sebagai salah satu upaya ketahanan pangan dan mempertahankan ekosistem lahan gambut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Founder dan Ekonom Senior Core Indonesia, Hendri Saparini meminta Presiden RI Joko Widodo tak hanya melihat dan mengejar investasi berskala besar.

Dia ingin Presiden turut menggenjot investasi berskala kecil dan menengah pada industri yang selama ini produknya masih impor, seperti beras hingga tepung tapioka.

"Tepung tapioka, beras, tepung beras, itu produk yang bisa dibuat bukan oleh investasi besar. Jadi Pak Presiden jangan hanya melirik investasi besar, lirik investasi menengah kecil," kata Hendri dalam diskusi media secara daring, Selasa (27/4/2021).

Baca juga: Soal Investasi Tesla, BKPM: Doakan, Potensinya Selalu Ada

Hendri menuturkan, investasi pada industri berskala kecil dan menengah memiliki peluang dan kekuatan besar. Selain menekan impor, investasi itu menciptakan lapangan pekerjaan.

Lapangan pekerjaan ini bisa diakses oleh masyarakat yang terkena PHK saat pandemi Covid-19 menghantam Tanah Air. Jika pekerja tersebut mendapat pekerjaan lagi, akhirnya konsumsi rumah tangga di level menengah ke bawah akan kembali pulih.

Asal tahu saja, saat ini pemulihan ekonomi cenderung lamban lantaran konsumsi rumah tangga ternyata tumbuh lebih lambat dari perkiraan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepercayaan masyarakat kembali menurun karena munculnya gelombang ketiga pandemi Covid-19 dan vaksinasi tidak secepat yang diharapkan.

"Kalau (investasi) ini dijadikan pilot project, maka itu create job. Kita belum bisa create konsumsi rumah tangga, karena konsumsi menengah bawah itu belum lebih baik. Karena masih banyak yang belum dapat kerjaan, dan dana bansos berkurang dibanding tahun," ucap Hendri.

Baca juga: Investasi Capai Rp 219,7 Triliun di Kuartal I, Serap 311.793 Tenaga Kerja

Untuk mendorong munculnya pilot project, dia menyarankan pemerintah menggunakan APBN, dalam hal ini anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor UMKM.

Pemerintah menyiapkan anggaran yang mendukung UMKM senilai Rp 191,13 triliun. Dana tersebut masuk dalam anggaran PEN Rp 699,43 triliun. Hingga kini, realisasinya mencapai Rp 37,71 triliun atau 20 persen.

Jika anggaran tersebut digunakan semaksimal mungkin, maka pertumbuhan ekonomi RI sepanjang tahun 2020 diproyeksi mencapai 4 persen.

"Gunakan anggaran APBN sebagai pendorong munculnya pilot project yang memproduksi produk yang selama ini diimpor. Anggaran PEN hampir Rp 700 triliun, artinya punya kekuatan besar untuk memanfaatkan anggaran PEN sebagai kunci menyelamatkan tiga kuartal berikutnya," pungkas Hendri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Intip Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Simak Saham-saham yang Bisa Dicermati

IHSG Intip Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Simak Saham-saham yang Bisa Dicermati

Whats New
[POPULER MONEY] Direktur Indomaret Meninggal akibat Kecelakaan | Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi

[POPULER MONEY] Direktur Indomaret Meninggal akibat Kecelakaan | Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi

Whats New
Kapal Kandas di Lombok Timur, KKP Minta Perusahaan Tanggung Jawab Pulihkan Terumbu Karang

Kapal Kandas di Lombok Timur, KKP Minta Perusahaan Tanggung Jawab Pulihkan Terumbu Karang

Whats New
Harta Elon Musk Setara Total Kekayaan Bill Gates dan Warren Buffett

Harta Elon Musk Setara Total Kekayaan Bill Gates dan Warren Buffett

Whats New
Cara Isi Saldo OVO Lewat M-Banking BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo OVO Lewat M-Banking BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri

Whats New
 Apa Itu Reksa Dana Indeks?

Apa Itu Reksa Dana Indeks?

Spend Smart
Apakah yang Dimaksud dengan Distribusi dan Distributor?

Apakah yang Dimaksud dengan Distribusi dan Distributor?

Whats New
Mengenal Beda ETF dan Reksa Dana Biasa yang Perlu Kamu Tahu

Mengenal Beda ETF dan Reksa Dana Biasa yang Perlu Kamu Tahu

Spend Smart
Baragam Faktor Utama Pendukung Keberhasilan Usaha

Baragam Faktor Utama Pendukung Keberhasilan Usaha

Work Smart
Direktur Indomaret Yan Bastian Meninggal Akibat Kecelakaan di Tol Cipularang

Direktur Indomaret Yan Bastian Meninggal Akibat Kecelakaan di Tol Cipularang

Whats New
Cara Mengisi Shopeepay di Alfamart dan Indomaret

Cara Mengisi Shopeepay di Alfamart dan Indomaret

Spend Smart
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, Serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, Serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Program Makmur Integrasikan Petani dengan BUMN, Erick Thohir: Tidak Mungkin Kita Berdiri Sendiri

Program Makmur Integrasikan Petani dengan BUMN, Erick Thohir: Tidak Mungkin Kita Berdiri Sendiri

Rilis
Siap-siap, Kemensos Bakal Cairkan Bansos Rp 74,08 Triliun Tahun 2022

Siap-siap, Kemensos Bakal Cairkan Bansos Rp 74,08 Triliun Tahun 2022

Whats New
Dengan Program Makmur Pupuk Kaltim, Pendapatan Petani Padi di Banyuwangi Naik Jadi Rp 24 Juta per Hektare

Dengan Program Makmur Pupuk Kaltim, Pendapatan Petani Padi di Banyuwangi Naik Jadi Rp 24 Juta per Hektare

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.