Targetkan Investasi di Manufaktur Rp 323 Triliun, Menperin Optimistis RI Tetap Dilirik Investor

Kompas.com - 28/04/2021, 11:19 WIB
Ilustrasi Industri 4.0 SHUTTERSTOCKIlustrasi Industri 4.0

JAKARTA, KOMPAS.com Kemenperin menargetkan investasi di sektor industri manufaktur mencapai Rp 323,56 triliun pada tahun 2021, naik Rp 58,28 triliun dari target tahun 2020 sebesar Rp 265,28 triliun.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyatakan proyeksi serapan investasi ini berdasarkan asumsi pandemi Covid-19 yang terkendali dengan adanya program vaksinasi.

Sasaran investasi yang tumbuh positif tersebut, juga sejalan dengan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang diproyeksikan naik menjadi 3,95 persen pada tahun 2021.

Baca juga: Kemenperin Minta Industri Perhiasan Penuhi SNI 8880:2020

“Investasi akan menjadi faktor penggerak pertumbuhan sektor industri,” kata Agus dalam keterangan resmi, Rabu (28/4/2021).

Agus menilai sejumlah investor global masih melirik Indonesia sebagai basis produksi guna memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Hal ini pun kata dia sejalan dengan tekad pemerintah dalam upaya menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan memberi berbagai kemudahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Salah satu wujud nyata dukungan pemerintah adalah menerbitkan Undang-undang Cipta Kerja, yang tentunya dapat mempermudah izin usaha dan memberikan kepastian hukum bagi para pelaku industri di tanah air,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui siaran resminya, dikutip Kompas.com, Rabu (28 April 2021).

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sepanjang kuartal I tahun 2021, nilai investasi di sektor industri pengolahan mencapai Rp 88,3 triliun atau naik 38 persen dibanding capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 64 triliun.

Baca juga: Kemenperin Pacu Peran Startup untuk Dukung Transformasi Industri

“Dari Rp 88,3 triliun tersebut, sektor manufaktur memberikan kontribusi signifikan hingga 40,2 persen terhadap total nilai investasi di Indonesia yang mencapai Rp 219,7 triliun,” ungkap Menperin.

Dia merinci nilai investasi sektor industri manufaktur pada kuartal I/2021, yaitu berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 23 triliun serta penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 65,3 triliun.

Jumlah sumbangsih tersebut melonjak dibanding perolehan pada periode yang sama tahun lalu, yakni PMDN sekitar Rp 19,8 triliun dan PMA sebesar Rp 44,2 triliun.

Adapun dua sektor manufaktur yang mencatatkan performa gemilang dalam menggelontorkan dananya sepanjang kuartal pertama tahun ini adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp 27,9 triliun serta industri makanan sebesar Rp 21,7 triliun.

Baca juga: BI: Indeks Manufaktur Pada Fase Ekspansif di Kuartal I-2020

“Kami sangat memberikan apresiasi kepada para pelaku industri yang masih semangat untuk melakukan ekspansi di tanah air, meskipun diterpa tekanan dampak pandemi Covid-19. Ini sebuah kepercayaan yang berharga, yang juga akan membawa multiplier effect bagi upaya pemulihan ekonomi nasional,” ucap Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.