Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya: 25 Persen Pemegang Polis Ritel Tak Teridentifikasi

Kompas.com - 28/04/2021, 22:23 WIB
Gedung Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda Nomor 34, Jakarta Pusat. (Dok. Jiwasraya) Gedung Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda Nomor 34, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Percepatan Restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencatat restrukturisasi pemegang polis ritel sudah mencapai 134.972 polis, atau setara 75,8 persen dari total 179.253 polis.

Ketua Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya sekaligus Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan, masih ada sekitar 25 persen pemegang polis ritel Jiwasraya yang belum mengikuti program restrukturisasi.

Menurut dia, hal itu bukan karena menolak skema restrukturisasi, melainkan karena pemegang polis tersebut tidak teridentifikasi atau unidentify. Sehingga pihaknya sulit menjangkau pemegang polis tersebut.

Baca juga: Ini 3 Akar Persoalan yang Bikin Jiwasraya Gagal Bayar

“Kenapa pencapaiannya sekian? ini merupakan polis-polis kecil yang sebenarnya tidak terlalu clean datanya. Kami sudah pakai komunikasi surat, teleponnya tidak ada. Alamat rumah sudah berubah. Ini sebenarnya unidentify,” jelas Hexana acara IFG Progress secara virtual, Rabu (28/4/2021).

Dia menjelaskan, apabila sampai batas akhir yakni 31 Mei 2021 pemegang polis tersebut memang belum juga teridentifikasi, maka Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya akan melakukan pengumuman secara publik.

Selain pemegang polis ritel, progres pencapaian program restrukturisasi pemegang polis lainnya terus mengalami peningkatan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada pemegang polis bancassurance, restrukturisasi sudah mencapai 16.223 polis atau 92,9 persen dari total 17.459 polis. Serta restrukturisasi pemegang polis korporasi sudah sebanyak 1.774 polis atau 82,8 persen dari total 2.143 polis.

Hexana menegaskan, program restrukturisasi bukanlah paksaan, melainkan sebuah tawaran kepada pemegang polis. Pada dasarnya, restrukturisasi merupakan tanggung jawab pemerintah sebagai pemegang saham Jiwasraya, untuk mengembalikan dana nasabah.

Restrukturisasi juga merupakan amanat dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 71 tahun 2016 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi.

Baca juga: Restrukturisasi Polis Jiwasraya Rampung Mei 2021, Bagaimana Progresnya?

Berdasarkan Pasal 50 ayat 3 POJK itu, dinyatakan apabila ada polis bermasalah itu wajib dilakukan restrukturisasi. Termasuk jika perusahaan mengalami insolven, maka perusahaan bisa melakukan penyesuain tarif dan pengalihan portfolio.

Adapun kondisi keuangan Jiwasraya pada 31 Desember 2020 hanya memiliki nilai aset yang tersisa Rp 15,7 triliun. Sementara tekanan liabilitas atau kewajiban perusahaan kepada pemegang polis mencapai Rp 54 triliun.

Dengan kondisi demikian, ekuitas negatif Jiwasraya pun tercatat mencapai Rp 38,7 triliun.

"Dengan kondisi keuangan Jiwasraya saat ini, apa yang diharapkan? Ada opsi likuidasi, kemungkinan jika itu diambil semua tidak akan happy. Pemerintah bersama manajemen baru Jiwasraya pun mencari inisiatif dan solusi yang lebih baik yakni restrukturisasi,” papar Hexana.

Baca juga: Ada IFG Life, AAJI Sebut Jadi Titik Terang Penyelesaian Jiwasraya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenlu Buka 264 Formasi CPNS 2021 untuk Bekerja di Luar Negeri

Kemenlu Buka 264 Formasi CPNS 2021 untuk Bekerja di Luar Negeri

Work Smart
Jabatan Ini Bisa Diisi Pelamar CPNS Usia 40 Tahun

Jabatan Ini Bisa Diisi Pelamar CPNS Usia 40 Tahun

Whats New
Ini Beda Tahapan Seleksi CPNS, PPPK Guru, dan PPPK Non Guru Tahun 2021

Ini Beda Tahapan Seleksi CPNS, PPPK Guru, dan PPPK Non Guru Tahun 2021

Whats New
Jelang Rilis Neraca Perdagangan, IHSG dan Rupiah Justru Melemah

Jelang Rilis Neraca Perdagangan, IHSG dan Rupiah Justru Melemah

Whats New
[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Pekerjaan Bagus tapi Belum Sejahtera | 7 Cara Bijak Mengelola Uang | Pentingnya Asuransi untuk Kendaraan

[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Pekerjaan Bagus tapi Belum Sejahtera | 7 Cara Bijak Mengelola Uang | Pentingnya Asuransi untuk Kendaraan

Rilis
Mendag Curhat Sulitnya Dapat Pembiayaan Saat Jadi Pengusaha

Mendag Curhat Sulitnya Dapat Pembiayaan Saat Jadi Pengusaha

Whats New
Turun Rp 2.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Turun Rp 2.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Whats New
Jalankan Bisnis Online, Ini Tips Pilih Jasa Pengiriman Barang agar Usaha Semakin Berkembang

Jalankan Bisnis Online, Ini Tips Pilih Jasa Pengiriman Barang agar Usaha Semakin Berkembang

BrandzView
IHSG Diprediksi Bergerak Melemah pada Hari Ini

IHSG Diprediksi Bergerak Melemah pada Hari Ini

Whats New
Sandiaga Uno: BUMN Sudah Mulai Work From Bali

Sandiaga Uno: BUMN Sudah Mulai Work From Bali

Whats New
UU Cipta Kerja Dinilai Bisa Tuntaskan Tiga Masalah Penghambat Investasi

UU Cipta Kerja Dinilai Bisa Tuntaskan Tiga Masalah Penghambat Investasi

Whats New
Freeport Akan Beri Vaksinasi Covid-19 untuk 38.000 Karyawan

Freeport Akan Beri Vaksinasi Covid-19 untuk 38.000 Karyawan

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Kalau Sakit Jangan Dipaksa Kerja | Alasan Pegawai Pura-pura Sakit | 7 Etika Sebelum Ajukan Cuti

[KURASI KOMPASIANA] Kalau Sakit Jangan Dipaksa Kerja | Alasan Pegawai Pura-pura Sakit | 7 Etika Sebelum Ajukan Cuti

Rilis
Bank BJB Beri Batas Waktu Penukaran Kartu Debit Magnetik hingga 30 Juni 2021

Bank BJB Beri Batas Waktu Penukaran Kartu Debit Magnetik hingga 30 Juni 2021

Whats New
Wawancara Imajiner Erick Thohir dengan Peter Drucker

Wawancara Imajiner Erick Thohir dengan Peter Drucker

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X