Buruh Serahkan Petisi May Day ke Moeldoko dan Pramono Anung

Kompas.com - 01/05/2021, 15:27 WIB
Buruh menyerahkan petisi May Day yang diterima oleh Kepala Staf Kepresiden Moeldoko dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung. istimewaBuruh menyerahkan petisi May Day yang diterima oleh Kepala Staf Kepresiden Moeldoko dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung.


JAKARTA, KOMPAS.com – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Sabtu (1/5/2021) hari ini salah satunya diwarnai dengan penyerahan petisi May Day dari para buruh ke pihak Istana Negara.

Demikian cara dua konfederasi buruh terbesar di Indonesia, yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dalam memperingati May Day 2021.

Kedua konfederasi buruh ini memulai perayaan May Day di sekitar Monas, Jakarta, dipimpin langsung oleh Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dan Presiden KSPI Said Iqbal.

Baca juga: May Day 2021, Serikat Buruh Minta Perbaikan Menyeluruh di Sektor Transportasi Publik

Seluruh buruh yang mengikuti May Day sudah mengikuti rapid test antigen dan mematuhi protokol kesehatan. Hal itu dibuktikan dengan adanya bukti hasil tes swab antigen yang dibawa oleh buruh.

Berbeda dengan perayaan sebelumnya, tahun ini buruh yang turun ke jalan tak terlalu besar. Keputusan keduanya membatalkan aksi besar-besaran May Day untuk mencegah klaster Covid-19 dipuji banyak kalangan. Karena mementingkan kepentingan masyarakat secara keseluruhan terutama dari sisi kesehatan.

"Hari ini kami membuktikan buruh melakukan perayaan May Day dengan mematuhi prosedur kesehatan yang sangat ketat. Semua yang hadir di sini kami memastikan semua memakai surat antigen," ujar Andi Nena Wea di sela aksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: May Day 2021, Ini Rencana Aksi Demo Buruh Kepung Istana dan MK

Sekitar pukul 11.00 WIB Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dan Presiden KSPI Said Iqbal didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran berjalan kaki menuju Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menyerahkan Petisi May Day.

Petisi May Day berisikan tuntutan dan harapan buruh terutama soal Omibus Law, kondisi buruh di masa pandemi, dan Tunjangan Hari Raya (THR).

Di Gedung MK, Andi Gani Nena Wea dan Said Iqbal diterima langsung oleh panitera dan pejabat MK. Khusus untuk MK, Andi Gani Nena Wea menegaskan, meminta kepada MK untuk segera meyidangkan gugatan UU Cipta Kerja seadil-adilnya.

"Karena putusan MK mengenai UU Cipta Kerja sangat dinantikan jutaan buruh di Tanah Air," tegasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.