Ajak Swasta Kembangkan Pelabuhan Malarko, Menhub Tawarkan Konsesi 30 Tahun

Kompas.com - 02/05/2021, 07:26 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi di Tanjung Priok Kementerian PerhubunganMenhub Budi Karya Sumadi di Tanjung Priok

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak pihak swasta dan pemerintah daerah (Pemda) Kepulauan Riau untuk berpartisipasi mengembangkan Pelabuhan Malarko yang berlokasi di Tanjung Balau Karimun, Kepulauan Riau.

Budi mengatakan, pengembangan pelabuhan tersebut sesuai dengan visi misi Presiden Joko Widodo untuk melakukan pembangunan di daerah terluar, terpencil, tertinggal dan perbatasan (3TP).

Untuk menarik minat pihak swasta, pemerintah siap menawarkan hak konsesi kepada pihak yang siap mengembangkan Pelabuhan Malarko.

Baca juga: Pendaftaran Sekolah Kedinasan Kemenhub Diperpanjang hingga 4 Mei 2021

"Kami akan melibatkan pemda dan pihak swasta untuk berpartisipsi mengembangkan pelabuhan ini, dengan konsesi selama sekitar 30 tahun,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, dilansir Minggu (2/5/2021).

Budi menjelaskan, dengan pengembangan itu, Pelabuhan Malarko akan dijadikan sebagai pelabuhan samudera atau pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar.

Dilengkapi dengan fasilitas lengkap untuk tempat bongkar muat barang untuk ekspor dan impor, serta dilengkapi gudang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini, di Pelabuhan Malarko sudah dibangun Causeway sepanjang 800x6 m2, Dermaga 110 x 10 m2, dan fasilitas lainnya menggunakan dana APBN.

Selain Pelabuhan Malarko, Kemenhub juga fokus mendorong pengembangan infrastruktur lainnya di Kepulauan Riau, yakni Bandara Raja Haji Abdullah.

Baca juga: Ada Larangan Mudik, Kemenhub Wajibkan Maskapai Kembalikan Uang Tiket Calon Penumpang 100 Persen

Menurut Budi, hal tersebut menjadi penting untuk meningkatkan daya saing dan perekonomian di pulau terluar.

Bandara tersebut akan dilakukan perpanjangan runway hingga 2.200 x 45 meter agar dapat didarati pesawat yang lebih besar seperti Boeing 737.

Untuk pengembangan tahap pertama, ditargetkan selesai pada akhir tahun 2021 dengan panjang runway 1.600 m.

"Kami akan perpanjang runway hingga 2.200 m ultimatenya,” kata Budi.

Saat ini, Bandara Raja Haji Abdullah Karimun saat ini mempunyai panjang runway 1400 x 30 m, apron 73,5x40 M dan taxiway 75x15 m, yang melayani penerbangan perintis.

Baca juga: Kemenhub Dukung Polisi Tindak Mafia yang Loloskan WNI dari India di Bandara Soekarno-Hatta

Selain runway, pengembangan juga akan dilakukan diantaranya di fasilitas di sisi udara meliputi, pembuatan turning area dan marking, lanjutan pembuatan drainase sisi udara dan di sisi darat meliputi, perluasan dan penataan lanscape parkir terminal dan penambahan fasilitas penunjang pelayanan bandara udara lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X