Jelang Larangan Mudik, Jasa Marga Catat Kendaraan ke Luar Jakarta Turun 10 Persen

Kompas.com - 03/05/2021, 13:52 WIB
Ilustrasi kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol Cikopo-Palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol Cikopo-Palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat penurunan arus lalu lintas (lalin) kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode akhir pekan terakhir sebelum memasuki masa peniadaan mudik 6-17 Mei 2021.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso mengatakan, sepanjang akhir pekan 30-2 Mei 2021 tercatat ada 387.383 kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek.

Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalin dari beberapa Gerbang Tol (GT) barrier/utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), serta GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur).

Baca juga: Larangan Mudik 2021: Bus AKAP dan AKDP Dilarang, Ini yang Bisa Operasi

"Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini turun 10 persen jika dibandingkan lalin normal," ujar Dwimawan dalam keterangan tertulis, Senin (3/5/2021).

Adapun distribusi lalu lintas yang meninggalkan Jakarta mayoritas menuju arah timur sebanyak 181.026 kendaraan.

Angka tersebut turun 8,5 persen dari lalin normal.

Lalu tercatat 118.983 kendaraan menuju arah barat dan 87.374 kendaraan menuju arah selatan.

Secara rinci distribusi lalin ke arah timur, mencakup dari GT Cikampek Utama dengan jumlah 99.095 kendaraan meninggalkan Jakarta.

Baca juga: Larangan Mudik 2021: Keperluan Mendesak Bisa Naik Bus Berstiker Khusus

Angka ini naik sebesar 1,3 persen dari lalin normal.

Kemudian dari GT Kalihurip Utama dengan jumlah 81.931 kendaraan meninggalkan Jakarta, atau turun sebesar 18,1 persen dari lalin normal.

Sementara lalin menuju arah Barat yakni dari GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak ada sebanyak 118.983 kendaraan.

Volume ini turun 7,7 persen dari lalin normal.

Serta lalin menuju arah selatan yakni melalui melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 87.374 kendaraan atau turun sebesar 15,6 persen dari lalin normal.

Baca juga: Meski Mudik Dilarang, Pertamina Tetap Pasok Penuh BBM di SPBU Tol Trans Jawa

Heru mengatakan, menjelang masa peniadaan mudik Lebaran pihaknya mengimbau kepada pelaku perjalanan dengan kategori dikecualikan dapat melengkapi dokumen persyaratan perjalanan.

Di antaranya Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dan hasil negatif tes RT-PCR maks 3x24 jam, atau hasil negatif tes Rapid Antigen maks 2x24 jam, atau hasil negatif Genose C19 sebelum keberangkatan.

Adapun pergerakkan yang dikecualikan dari periode larangan adalah kendaraan pelayanan distribusi logistik, keperluan kerja/dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka keluarga, ibu hamil dengan didampingi satu anggota keluarga, dan kepentingan persalinan.

Selain itu, Jasa Marga juga mengimbau agar dapat mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol. Pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima.

Lalu mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, cuci tangan, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan saat berada di tempat istirahat (rest area).

Baca juga: Penumpang Bus AKAP di Jabodetabek Melonjak Jelang Masa Larangan Mudik

"Pastikan mengisi BBM dan saldo uang elektronik yang cukup, patuhi rambu-rambu dan arahan petugas, serta istirahat jika lelah berkendara," kata Heru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.