BKN Berikan Kenaikan Pangkat Anumerta kepada PNS Awak KRI Nanggala 402

Kompas.com - 03/05/2021, 17:28 WIB
Kapal selam KRI Nanggala-402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu. KOMPAS/CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONOKapal selam KRI Nanggala-402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu korban tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 menerima kenaikan pangkat oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Direktur Status dan Kedudukan Kepegawaian BKN, Paryono menjelaskan, berdasarkan usulan yang disampaikan Kementerian Pertahanan, BKN telah menindaklanjuti status kepegawaian korban bernama Suheri dengan jabatan terakhir sebagai Kasubbag Senkhus TPO Bag Ucob Bag PAN Arsenal Dissenlekal, di lingkungan TNI Angkatan Laut.

Penetapan status kepegawaian tersebut dilakukan dengan mengacu pada ketentuan tentang Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi Aparatur Sipil Negara atau ASN.

Baca juga: Asabri Salurkan Santunan Rp 20,7 Miliar ke Keluarga Korban Kru KRI Nanggala 402

"BKN sudah menerbitkan rekomendasi tewas untuk dipergunakan instansi dalam menerbitkan surat penetapan tewas. Kemudian surat tewas telah ditindaklanjuti BKN dengan menerbitkan Pertimbangan Teknis (Pertek) pensiun janda/duda dan penetapan kenaikan pangkat Anumerta, yakni kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari golongan/pangkat Penata Muda Tingkat I (III/B) menjadi Penata (III/C)," jelasnya melalui keterangan tertulis, Senin, (3/5/2021).

Selain itu, kenaikan pangkat juga berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2000 juncto PP Nomor 12 Tahun 2002.

Pemberian penghargaan Anumerta bagi PNS yang tewas dalam melaksanakan tugas dilakukan berdasarkan Peraturan Kepala BKN Nomor 5 Tahun 2016 yang mengatur tentang Pedoman Kriteria Penetapan Kecelakaan Kerja, Cacat, dan Penyakit Akibat Kerja serta Kriteria Penetapan Tewas bagi ASN. Berikut kriteria pegawai ASN yang ditetapkan tewas:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Angkat KRI Nanggala 402, SKK Migas Lakukan Kajian Teknis

1. Meninggal dunia dalam menjalankan tugas kewajibannya, meliputi:

a. Meninggal dunia langsung atau tidak langsung dalam dan karena menjalankan tugas jabatan dan/atau tugas kedinasan lainnya di lingkungan kerja dengan ketentuan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai  dengan kewenangan yang diberikan.

Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diperintahkan secara tertulis oleh pimpinan, dan melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

b. Meninggal dunia langsung atau tidak langsung dalam dan karena menjalankan tugas jabatan dan atau tugas kedinasan lainnya di luar lingkungan kerja.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.