Kompas.com - 04/05/2021, 16:55 WIB
Ilustrasi petani SHUTTERSTOCK.com/FENLIOQIlustrasi petani
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa telah terjadi penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor tanaman pangan sebesar 1,18 persen. Hal ini mengakibatkan turunnya NTP nasional pada April 2021 sebesar 0,35 persen menjadi 102,93.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kuntoro Boga Andri mengatakan, hal ini kerap terjadi di tengah panen raya yang terus berlangsung di berbagai tempat.

“Kita tahu saat ini panen raya masih terjadi di berbagai sentra produksi padi dan hortikultura. Disinilah kunci pemerintah untuk hadir membantu petani agar mendapatkan harga yang layak. Pemerintah tidak membiarkan harga anjlok,” ujarnya dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Menurut Kuntoro, gerakan serap gabah dan pengendalian harga ditingkat petani yang dilakukan sinergis oleh Bulog, BUMN kluster pangan, dan pemerintah daerah harus dilakukan agar mampu mencegah turunnya NTP lebih dalam.

Baca juga: UNICEF Buka Lowongan Kerja bagi Tenaga Medis untuk Tangani Malaria, Cek Syaratnya

Ia mengatakan, hal tersebut harus menjadi signal masih munculnya harga jual yang belum sesuai dengan HPP di beberapa daerah.

Di samping itu, Kuntoro juga mengatakan, nilai NTP dan NTUP pada April 2021 lebih baik dari April 2020. Kementan mengklaim hal tersebut karena adanya perbaikan tata kelola distribusi produksi dan pemasaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Subsektor tanaman pangan dan hortikultura memang yang terkontraksi bulan April ini. Namun Sub sektor perkebunan dan peternakan nilainya masih positif di bulan ini. Fenomena panen raya yang seperti ini memang sudah perkirakan dan antisipasi, dan langkah yang kita lakukan sudah cukup baik. sehingga kontraksi nilai NTP tidak sekuat tahun lalu,” kata Kuntoro.

Tidak hanya itu ucap dia, secara nasional Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Januari–April 2021 lebih tinggi 0,55 persen dibandingkan NTUP pada periode yang sama tahun lalu. NTUP merupakan perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) dengan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM).

Sementara itu lanjut dia, NTP tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan, masih terjadi peningkatan NTP pada April 2021, di mana NTP tanaman perkebunan naik 0,89 persen, dan NTP peternakan meningkat 1,31 persen.

Baca juga: BPS: Nilai Tukar Petani Turun 0,35 Persen pada April 2021



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.