Sindir Belanja Pegawai Pemda, Mendagri: Rakor, Rakor, Rakor, Isinya Honor...

Kompas.com - 04/05/2021, 18:25 WIB
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian tengah berada di Swissbel Hotel Jayapura, Senin (5/4/2021) KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIMendagri, Muhammad Tito Karnavian tengah berada di Swissbel Hotel Jayapura, Senin (5/4/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti masih ada pemerintah daerah (Pemda) yang lebih banyak menggelontorkan dana dari pusat untuk belanja pegawai daripada belanja modal.

Padahal, belanja modal diperlukan untuk pembangunan infrastruktur, program desa, hingga penguatan sumber daya manusia di daerah tersebut.

"Kami keliling (ke) beberapa daerah. Hampir semua daerah itu proporsi belanja modal kecil, belanja langsung ke masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan lain-lain (yang manfaatnya langsung dirasakan warga)," kata Tito dalam pembukaan Musrenbangnas Tahun 2021, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Orang-orang Mulai Doyan Belanja dan Rekreasi, Ini Kata Sri Mulyani

Tito merinci, banyak daerah membelanjakan 70-80 persen anggaran dalam APBD untuk operasional pegawai, termasuk membeli berbagai barang keperluan pegawai.

Belanja pegawai yang terlalu banyak membuat banyak program yang seharusnya bisa terakomodir, menjadi berantakan.

Akibatnya, banyak jalan-jalan rusak dan sampah bertebaran di daerah tersebut

"Macam-macam programnya, untuk program ini, program itu (untuk memperkuat pegawai). Saya sampai katakan, 'kapan kuatnya?'. Penguatan terus dengan rakor, rakor, rakor, isinya honor nantinya," seloroh Tito.

Bahkan, Tito mengaku, ada beberapa daerah dengan belanja modal rendah, hanya 12 persen.

Baca juga: 6 Tips Hemat Belanja Online Selama Ramadhan Biar Tetap Bisa Nabung

Artinya, belanja operasional untuk pegawai mencapai 88 persen.

Dari angka belanja modal 12 persen itupun, 3-5 persennya digunakan lagi untuk biaya rapat pegawai.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

Rilis
Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Whats New
Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Whats New
Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Whats New
Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Whats New
Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Whats New
Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Spend Smart
Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Whats New
Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Whats New
Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Whats New
Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Whats New
Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X