Siapkan Pasar Karbon, Pemerintah Godok Mekanisme Harganya

Kompas.com - 05/05/2021, 07:01 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Indonesia sedang mempersiapkan pasar karbon (carbon market) untuk perdagangan karbon.

Jenis perdagangan ini berupa jual beli sertifikat kepada negara yang berhasil mengurangi emisi karbon. Selain potensi pendapatannya yang besar, perdagangan karbon menjadi salah satu cara pemerintah mengurangi emisi gas rumah kaca.

"Indonesia kini sedang mempersiapkan pasar karbon," kata Sri Mulyani di Pertemuan Tahunan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) secara virtual, Selasa (4/5/2021).

Bendahara negara ini mengungkapkan, pemerintah akan mengatur mekanisme harga karbon dan aturan lainnya dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres).

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN di PT Len Industri, Ini Posisi dan Syaratnya

Pihaknya pun akan berdiskusi dengan otoritas sektor keuangan yang akan mengatur, mengontrol, dan memantau mekanisme harga sehingga lebih kredibel.

"Jadi sekali lagi, mekanisme harga karbon, regulasi pasar karbon, dan komitmen kita akan menjadi sangat penting bagi kita untuk dapat mengatasi masalah perubahan iklim," ujar wanita yang akrab disapa Ani ini.

Lebih lanjut dia menuturkan, pemerintah telah berkomitmen mengatasi krisis iklim. Hal ini tecermin dari adanya alokasi anggaran untuk masalah yang berfokus pada perubahan iklim dalam APBN.

Sri Mulyani menyebut, Kementerian Keuangan menganggarkan 4,1 persen dana APBN untuk mengatasi krisis iklim. Bahkan isu ini masuk ke dalam jajaran program prioritas pemerintah, yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Kami mengalokasikan 4,1 persen dari anggaran negara untuk aksi penanganan perubahan iklim. Kami melacak anggaran tersebut sehingga dapat konsisten, kredibel, dan transparan," ucapnya.

Baca juga: Ini Cara Dapat Bantuan Subsidi Uang Muka Rp 32,4 Juta dari Pemerintah

Sri Mulyani merinci, pemerintah sudah melakukan sejumlah aksi untuk mengatasi krisis iklim. Contohnya adalah mempekerjakan masyarakat untuk menjaga hutan.

Pembukaan lapangan kerja ini merupakan salah satu bidang yang bisa disediakan pemerintah, sekaligus mengurangi pengangguran yang meningkat akibat Covid-19.

Dari sisi fiskal, pemerintah menerbitkan green bonds (obligasi berwawasan lingkungan) sebagai instrumen pembiayaan. Dalam penerbitannya, pemerintah menggandeng lembaga yang berfokus pada aksi lingkungan dan iklim.

"Ini sangat penting karena kita tahu, perubahan iklim tidak dapat terjadi tanpa pembiayaan dan teknologi. Jadi, kami harus konsisten dengan pembiayaan (berwawasan lingkungan), instrumen fiskal, dan sumber pembiayaan filantropi sektor swasta," pungkas Ani.

Baca juga: Baru Berusia 27 Tahun, Pencipta Ethereum Kini Sudah Berstatus Miliarder



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sahamnya Dibeli Hotman Paris dan Nikita Mirzani, Holywings Mau Buka Beach Club Terbesar se-Asia

Sahamnya Dibeli Hotman Paris dan Nikita Mirzani, Holywings Mau Buka Beach Club Terbesar se-Asia

Whats New
Simak Promo Biskuit Kaleng, Marjan, dan Minuman Soda di Indomaret

Simak Promo Biskuit Kaleng, Marjan, dan Minuman Soda di Indomaret

Whats New
Ada Larangan Mudik, Konsumsi Listrik saat Lebaran Diprediksi Naik

Ada Larangan Mudik, Konsumsi Listrik saat Lebaran Diprediksi Naik

Whats New
Anak Usaha BUMN Raup Rp 10,6 Miliar dari Jual Paket Sembako Ramadhan

Anak Usaha BUMN Raup Rp 10,6 Miliar dari Jual Paket Sembako Ramadhan

Whats New
Gubernur Bank Sentral Inggris Beri Warning Untuk Investor Bitcoin Cs

Gubernur Bank Sentral Inggris Beri Warning Untuk Investor Bitcoin Cs

Whats New
Membagi Biaya Pernikahan dengan Pasangan, Bagaimana Caranya?

Membagi Biaya Pernikahan dengan Pasangan, Bagaimana Caranya?

Spend Smart
India Dilanda 'Tsunami' Covid-19, Bagaimana Ekspor Batu Bara ABM Investama?

India Dilanda "Tsunami" Covid-19, Bagaimana Ekspor Batu Bara ABM Investama?

Whats New
Pemegang Polis Ritel Jiwasraya Kembalikan 14.000 Surat Program Restrukturisasi

Pemegang Polis Ritel Jiwasraya Kembalikan 14.000 Surat Program Restrukturisasi

Whats New
Terima 899 Aduan THR, Menaker Ida Minta Pemda Sanksi Tegas Pelanggar Aturan

Terima 899 Aduan THR, Menaker Ida Minta Pemda Sanksi Tegas Pelanggar Aturan

Rilis
Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan, Ketua Kelompok Tani di Lampung Tengah: Alhamdulillah

Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan, Ketua Kelompok Tani di Lampung Tengah: Alhamdulillah

Rilis
Harga Tiket Angkutan Umum Naik, BI Catat Inflasi 0,15 Persen di Awal Mei

Harga Tiket Angkutan Umum Naik, BI Catat Inflasi 0,15 Persen di Awal Mei

Whats New
ABM Investama Putuskan Tidak Tebar Dividen, Ini Alasannya

ABM Investama Putuskan Tidak Tebar Dividen, Ini Alasannya

Whats New
Beli Saham Holywings, Nikita Mirzani Gelontorkan Miliaran Rupiah

Beli Saham Holywings, Nikita Mirzani Gelontorkan Miliaran Rupiah

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Melihat Hubungan Ayah dan Anak Perempuannya Lebih Dalam

[KURASI KOMPASIANA] Melihat Hubungan Ayah dan Anak Perempuannya Lebih Dalam

Rilis
Hotman Paris Jor-joran Cairkan Deposito untuk Beli Saham Holywings

Hotman Paris Jor-joran Cairkan Deposito untuk Beli Saham Holywings

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X