Tak Berizin, OJK Resmi Tutup Program Saling Jaga Kitabisa.com

Kompas.com - 05/05/2021, 15:52 WIB
Program Saling Jaga dari Kitabisa berhasil mencapai 650.000 anggota. DOK. Kitabisa.comProgram Saling Jaga dari Kitabisa berhasil mencapai 650.000 anggota.


JAKARTA, KOMPAS.com – Program Saling Jaga yang dikembangkan platform penggalangan dana (social crowdfunding) Kitabisa.com, resmi ditutup oleh Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Program Saling Jaga Kitabisa.com masuk dalam salah satu dari 26 kegiatan usaha tanpa izin yang berpotensi merugikan masyarakat yang ditutup SWI OJK.

Dalam kesempatan yang sama, SWI OJK juga menutup 86 platform fintech peer to peer lending illegal sepanjang April 2021.

Baca juga: Kunci KitaBisa Bertahan di Tengah Pandemi

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing menyebut, saat ini juga ada beberapa entitas yang mengaku bahwa perizinan atau legalitasnya "clear and clean" dari Satgas Waspada Investasi OJK.

"Kami tegaskan bahwa Satgas Waspada Investasi tidak ada kaitannya dengan pengurusan perizinan atau legalitas kegiatan usaha, oleh karena itu masyarakat diminta tidak ikut kegiatan perusahaan yang membawa-bawa nama Satgas Waspada Investasi dalam pemasarannya," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (5/5/2021).

Dalam operasionalnya, Satgas juga menemukan kegiatan penghimpunan sumbangan dari masyarakat dengan program Saling Jaga dari Kitabisa.com diduga merupakan kegiatan perasuransian.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dugaan tersebut sebagaimana dimaksud dalam UU No.40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, sehingga harus mendapatkan izin usaha perasuransian dari OJK.

Oleh karena itu Satgas Waspada Investasi bersama pengurus Kitabisa.com telah menyepakati untuk menghentikan kegiatan program Saling Jaga sebelum memperoleh izin kegiatan usaha perasuransian dari OJK.

Baca juga: Update 146 Perusahaan Pinjol Terdaftar dan Berizin, OJK Coret Bsalam

Ia juga meminta masyarakat untuk semakin waspada terhadap penawaran dari entitas fintech lending dan investasi ilegal yang memanfaatkan momentum menjelang Lebaran.

"Fintech lending dan penawaran investasi ilegal ini masih tetap muncul di masyarakat. Menjelang Lebaran dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan agar tidak menjadi korban," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X