Masuk Daftar 26 Investasi Ilegal, ini Klarifikasi ARA Hunter

Kompas.com - 06/05/2021, 10:34 WIB
Ilustrasi investasi THINKSTOCKS/RIKKYALIlustrasi investasi

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO sekaligus Founder lembaga pelatihan sahamm PT Arah Investasi Mandiri atau ARA Hunter, Hendra Martono, buka suara setelah perusahaannya masuk ke dalam daftar terbaru platform investasi ilegal, yang diterbitkan oleh Satgas Waspada Investasi (SWI).

Dalam lampirannya SWI menyatakan, ARA Hunter dikategorikan sebagai platform ilegal dikarenakan melaksanakan kegiatan penawaran investasi saham tanpa izin.

Merespons hal tersebut, Hendra mengatakan, pihaknya tidak melakukan praktik pengumpulan atau penitipan dana investor. ARA Hunter sebut dia, bergerak sebagai platform pelatihan trading saham.

Baca juga: Investasi Bodong Marak Jelang Lebaran, Ini Daftar 26 Entitasnya

"ARA Hunter tidak pernah menerima penitipan dana. Padahal kami lembaga peatihan saham dan tidak pernah menerima titipan dana," katanya kepada Kompas.com, Kamis (6/5/2021).

Hendra menjelaskan, praktik penawaran investasi seperti yang disebutkan oleh SWI, dilakukan oleh perusahaan lain yang mengatasnamakan ARA Hunter, atau perusahaan palsu.

"Banyak sekali yang memakai nama ARA Hunter untuk menerima titipan dana," ujarnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karenanya, Hendra menekankan pentingnya pemberantasan terhadap praktik-praktik ilegal yang mengatasnamakan platform ARA Hunter.

Ia pun mengaku tengah mempersiapkan langkah klarifikasi ke SWI yang telah mengkategorikan ARA Hunter sebagai platform investasi ilegal.

Saya lagi siapkan sisi legal kami," ucapnya.

Baca juga: Perusahaan Investasi Milik Warren Buffet Catatkan Laba Bersih Rp 169,6 Triliun

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X