BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan BP

Menengok Peluang Bisnis di Balik Peningkatan Kendaraan Bermotor

Kompas.com - 06/05/2021, 17:34 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia terus mengalami peningkatan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kenaikan tersebut mencapai lima persen tiap tahun sejak 2017.

Pada 2019, jumlah kendaraan bermotor bertambah sebanyak 7.108.236 unit atau meningkat 5,3 persen menjadi 133.617.012 unit dari 2018 yang berjumlah 126.508.776 unit.

Adapun jumlah kendaraan pada 2018 juga mengalami kenaikan hingga 5,9 persen dari 2017 yang berjumlah 118.922.708 unit.

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia secara tidak langsung turut memicu kenaikan kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM).

Kondisi tersebut menjadikan bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) cukup potensial. Terlebih, bagi masyarakat yang sudah memiliki modal.

Salah satu perusahaan minyak yang membuka kesempatan kepada masyarakat untuk bermitra adalah bp. Dengan bermitra, masyarakat punya peluang bergabung dengan jaringan bisnis bp.

Head Network Planning and Acquisition bp Benny Oktaviano mengatakan, berbagai keuntungan bisa didapat masyarakat yang bergabung menjadi mitra bp.

Bisnis SPBU dapat menjadi aset di masa depan. Tak hanya itu, selama tahap pengembangan SPBU, mitra bisnis nantinya akan didampingi oleh pihak bp Ini merupakan bentuk dukungan kami dari segi teknis," ujar Benny saat diwawancara Kompas.com, Rabu (28/4/2021).

Pendampingan tersebut, kata Benny, akan terus berlangsung sampai SPBU kerja sama dengan mitra selesai dibangun. Lebih lanjut, pihak bp juga memberikan pelatihan terkait tenaga kerja.

Tak hanya itu, ketika SPBU mulai berjalan, mitra juga tetap didampingi oleh tim operasional bp yang berfungsi sebagai konsultan. Gunanya, untuk memaksimalkan potensi yang ada.

Persyaratan menjadi mitra

Benny menjelaskan, untuk bisa bergabung, calon mitra harus memiliki lahan untuk area SPBU. Lahan tersebut, tambah Benny, akan lebih menguntungkan bagi bisnis jika berada di lokasi yang strategis. Pasalnya, hal tersebut akan berpengaruh terhadap nilai investasi ke depannya.

“Pastinya akan lebih baik jika mitra mampu memiliki lahan yang seperti itu, terutama dari segi lokasi, demografi, dan demand. Jika itu mampu dimiliki mitra bisnis, mungkin bisa balik modal dalam waktu lima tahun,” kata Benny.

Adapun luas lahan yang diperlukan oleh calon mitra untuk membangun SPBU berkisar 1.000-1.500 meter persegi dengan lebar minimal 30 meter.

Benny menambahkan bahwa lahan tersebut tak harus dimiliki secara pribadi oleh mitra. Hal terpenting, lahannya memiliki legalitas secara hukum.

Persyaratan lainnya yang harus juga dipenuhi oleh mitra adalah memiliki usaha yang sedang dijalankan. Selain sebagai jaminan mampu, bp ingin mengetahui pengalaman mitra dalam berbisnis, terutama dalam menjalin kerja sama.

“Hal tersebut penting untuk dipenuhi sebagai dasar utama penandatanganan kontrak kerja sama,” ujarnya.

Terkait kelengkapan fasilitas SPBU, lahan akan dilengkapi dengan mushola dan berbagai outlet dari mitra bisnis bp.

“Kami akan berikan fasilitas penunjang, seperti Alfamart, Kopi Kenangan, dan Martabak Pizza Orins. Jika mitra ingin membuka bidang usaha lain di area SPBU, kami tidak masalah. Mereka juga kami berikan kebebasan untuk mengembangkan,” jelas Benny.

Dikatakan oleh Benny, perusahaan minyak asal Inggris itu punya segmentasi pasar khusus, yakni setiap orang yang memiliki kendaraan bermotor.

Pihak bp menilai, pengendara motor adalah target pasar yang potensial karena jumlahnya terus meningkat. Apalagi, saat ini masyarakat sudah menyadari pentingnya pemilihan bahan bakar berkualitas bagi mesin kendaraan.

Sebagai informasi, BBM dari bp memiliki teknologi Active yang dirancang khusus untuk membantu melindungi mesin kendaraan dari penumpukan kotoran. Dengan begitu, performa kendaraan tetap terjaga.

Saat ini, SPBU bp menyediakan empat jenis produk BBM untuk dipasarkan, yakni bp 90, bp 92, bp 95, dan bp diesel.

“Keberadaan dari (empat) jenis (produk BBM) tersebut nantinya juga akan kami sesuaikan dengan lokasi SPBU. (Itu) karena setiap wilayah punya (kebutuhan) konsumsi (BBM) yang berbeda. Namun intinya, SPBU kami ini tetap dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan kami ingin memberikan bahan bakar yang berkualitas,” ucapnya.

Saat ini, SPBU bp terdapat di beberapa provinsi di Indonesia, seperti Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa timur.

Lengkapnya, bp sudah membangun 11 SPBU di wilayah Jabodetabek, empat di Surabaya, dan satu di rest area Jakarta-Bandung kilometer 72A.

Hingga akhir 2021, bp menargetkan tambahan 30 SPBU yang dibangun di berbagai wilayah.

“Kami sudah punya masterplan mengenai ini. Untuk 10 tahun ke depan, kami berharap dapat membangun hingga 350 SPBU. Untuk wilayah, kami memang ingin fokus di empat provinsi tadi,” kata Benny.

Bagi yang minat bergabung menjadi mitra bp silakan kunjungi tautan ini untuk informasi lebih lanjut.

Baca tentang

komentar di artikel lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com