Naiknya Cadangan Devisa RI Belum Mampu Dongkrak IHSG Akhir Pekan Ini, Rupiah Menguat

Kompas.com - 07/05/2021, 16:56 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan pertama di bulan Mei, ditutup pada zona merah.

Dikutip dari RTI, indeks acuan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (7/5/2021) ini, turun 41,9 poin ke level 5.928,30.

Perolehan nilai total transaksi hari ini sebesar Rp 8,7 triliun dari 14,4 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Baca juga: April 2021, Cadangan Devisa RI Naik Jadi 138,8 Miliar Dollar AS

Terdapat 164 saham menguat, 308 melemah, dan 161 di posisi stagnan. Namun demikian, investor asing justru melakukan aksi beli di seluruh pasar yang mencapai Rp 146,62 miliar.

Lemahnya IHSG hari ini menurut Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama, dipengaruhi dinamika pandemi Covid-19. Selain itu, aksi taking profit oleh para pelaku pasar saham yang telah dimulai pada akhir pekan ini.

"Meningkatnya kinerja cadangan devisa RI per April belum bisa memberikan katalis positif bagi IHSG. Hal ini mengingat aksi profit taking telah terjadi pada akhir pekan ini," katanya kepada Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun lima saham LQ 45 kategori top losers antara lain AKRA turun 3,86 persen ke harga Rp 3.240, MNCN turun 3,72 persen ke harga Rp 905, INKP turun 3,65 persen ke harga Rp 9.250, TKIM turun 3,35 persen ke harga Rp 10.100 dan WIKA turun 3,03 persen ke harga Rp 1.440.

Sementara, lima saham LQ 45 kategori top gainers antara lain MEDC naik 2,99 persen menjadi Rp 690, INCO naik 2,82 persen jadi Rp 5.100, MDKA naik 2,31 persen jadi Rp 2.660, JPFA naik 1,46 persen jadi Rp 2.090, dan MIKA naik 1,15 persen ke harga Rp 2.640.

Selain itu, 5 saham yang dibeli oleh investor asing yaitu BBNI, ANTM, INCO, TBIG, dan TLKM. Sedangkan lima saham yang dilepas investor asing diantaranya TOWR, AGRS, MNCN, BBRI, dan INKP.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Masih -0,74 Persen, Pemerintah Klaim Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Di pasar spot, posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Dikutip dari Bloomberg, kurs rupiah naik 34 poin atau 0,24 persen ke level Rp 14.285 per dollar AS. Dari penutupan Kamis (6/5/2021) kemarin, kurs rupiah ada di level Rp 14.319 per dollar AS.

Sedangkan di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia mencatat penguatan kurs tengah rupiah di Rp 14.289 per dollar AS dibanding posisi sebelumnya di Rp 14.364 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.