Chevron Tekan Pencurian Minyak di Blok Rokan Pakai Drone Buatan Lokal

Kompas.com - 08/05/2021, 12:05 WIB
Ilustrasi drone. SHUTTERSTOCKIlustrasi drone.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pencurian minyak dan fasilitas operasi kerap terjadi di Blok Rokan, Riau yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Perusahaan pun memanfaatkan teknologi drone dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk pengawasan pipa minyak.

Digital Innovation & Accelaration Advisor CPI Ivan Susanto mengungkapkan, drone atau kapal pengawas tanpa awak yang dilengkapi AI tersebut merupakan buatan lokal. Teknologi baru ini sudah digunakan sejak 2020.

Drone tersebut diklaim mampu terbang menjelajah hingga 20 kilometer dengan kecepatan 60 kilometer per jam.

Baca juga: Terapkan Digitalisasi, Operasi Chevron Hemat Rp 1,4 Triliun di 2020

 

Lewat kemampuan melayang hingga ketinggian 200 meter di atas tanah, drone dapat melakukan identifikasi dan segmentasi objek di sekitar jalur pipa yang sepanjang 13.000 kilometer.

"Ini bukan hanya drone yang sekedar terbang, tapi bisa bisa jarak jauh, kita namakan Beyond Visual Line of Sight (BVLOS) Drone with AI for pipeline surveillance. Ini bahkan bisa deteksi mengenali wajah orang di sekitar pipa, yang dikembangkan anak bangsa," ujar Ivan dalam diskusi virtual mengenai Blok Rokan, Jumat (7/5/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pesawat nirawak ini dapat terbang 1-2 jam untuk mengawasi jalur pipa minyak mentah dan mentransmisikan video secara langsung (real time) ke pusat kendali.

Bila ada indikasi kegiatan yang mencurigakan, drone secara langsung mentransmisikan gambar dan mengirimkan pesan singkat ke tim Chevron.

Sementara itu Kepala Departemen Operasi Sumbagut SKK Migas Haryanto Syafri mengatakan, kasus pencurian minyak atau illegal tapping dan fasilitas operasi di Blok Rokan trennya terus berkurang.

Dalam catatannya, pencurian di blok migas tersebut mulai terjadi di 2016, kemudian semakin terjadi secara masif di sepanjang 2017-2019.

Pada 2019 saja terdapat 981 kasus pencurian fasilitas operasi atau rata-rata dalam sehari ada 2,7 kejadian. Namun semakin turun menjadi 300 kasus di 2020 dan pada 2021 ini sudah ada 66 kasus.

Sementara pencurian minyak mentah dengan membuat sambungan ilegal berupa keran air pada jalur pipa aktif, tercatat ada 72 kasus di 2019. Tetapi sejak kuartal II-2020 pencurian minyak tidak ada lagi hingga saat ini.

Baca juga: Pemerintah Bahas Nasib Blok Rokan Jelang Transisi dari Chevron ke Pertamina

Menurutnya, penurunan jumlah kasus pencurian ini tak lepas dari adanya pengembangan teknologi oleh CPI, salah satunya penggunaan drone yang dilengkapi AI.

Selain itu, di dukung pula kerja sama antara CPI, SKK Migas, Polda Riau, dan Korem 031/Wira Bima dalam mengawasi operasi Blok Rokan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X