Kompas.com - 08/05/2021, 19:05 WIB
Petugas SPBU Mini atau Pertashop yang dikelola BUMDes melayani pengendara sepeda motor yang akan mengisi bahan bakar di jalan nasional Kabupaten Tegal, Senin (26/4/2021) Tresno Setiadi/kompas.comPetugas SPBU Mini atau Pertashop yang dikelola BUMDes melayani pengendara sepeda motor yang akan mengisi bahan bakar di jalan nasional Kabupaten Tegal, Senin (26/4/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - BPH Migas melakukan tinjauan ke berbagai daerah untuk memastikan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) jelang Lebaran. Salah satunya ke daerah Sumatera Barat (Sumbar).

Pada kesempatan itu Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa berkesempatan melihat langsung pengoperasian penyalur mini Pertashop yang dikelola oleh salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kerinci, Jambi, Sumbar.

Islamudin, pengurus BUMDes yang mengelola Pertashop menjelaskan, bisnis penjualan BBM ini sudah berlangsung selama 5 bulan. Omzet harian yakni penjualan dari 700-1.000 liter BBM, jika di rata-rata maka penjualannya 850 liter per hari.

Baca juga: Ini SPBU Hub Pertashop Pertama di Jawa Tengah

Pelayanan Pertashop yang beroperasi mulai pukul 07.00-17.30 WIB tersebut dilakukan oleh dua orang pekerja secara bergantian. Keduanya pun mendapat gaji sesuai UMR yaitu 1,8 juta per bulan.

"Kedepannya direncanakan untuk Pertashop ini juga menjual pelumas dan LPG," ujar Islamudin dalam keterangan tertulis BPH Migas, Sabtu (8/5/2021).

Ia mengatakan, investasi yang dikeluarkan untuk Pertashop ini yakni senilai Rp 490 juta, tak termasuk biaya tanah yang memang milik Bumdes.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebanyak Rp 260 juta untuk kebutuhan tanki timbun dan peralatan Pertashop, selebihnya untuk pembangunan infrastruktur, termasuk mushalla dan toilet.

Menurutnya, dengan omzet harian yang di dapat saat ini maka akan mencapai break even point (BEP) atau balik modal dalam 22 bulan beroperasi.

"Dengan omzet harian rata-rata 850 liter, maka diperkirakan dalam 22 bulan akan tercapai BEP," kata Islamudin.

Menanggapi pengoperasian Pertashop di Kerinci tersebut, Kepala BPH Migas Fanshurullah mengatakan, bahwa omzet 700-1.000 liter per hari merupakan jumlah yang besar, bahkan melebihi Pertashop di Jawa.

"Jadi kalau BUMDes punya 10 Pertashop misalnya, sudah lebih besar dari usaha SPBU, modal lebih ringan, bisa dibantu pembiayaan bank lagi," ujarnya.

Ia pun memberikan saran untuk BUMDes merambah lini bisnis lainnya di sekitar Perthashop. Seperti membuat Coffee Shop atau Tea Shop yang memang sumber dayanya dimiliki wilayah tersebut.

"Kerinci memiliki kelebihan penghasil teh dan kayu manis, ini strategis untuk juga nantinya di lingkungan Pertashop bikin Coffee Shop atau Tea Shop. Jadi bisa meramu teh dengan kayu manis," jelasnya.

Fanshurullah berharap keberadaan Pertashop tersebut bisa menjadi perangsang tumbuhnya perekonomian rakyat di wilayah sekitar, khususnya di Kerinci itu sendiri.

"Sehingga daerah bisa tumbuh berkembang sebagaimana karakternya," pungkas Fanshurullah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.