Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Kompas.com - 08/05/2021, 20:57 WIB
Benny Santoso (25), pemilik Ini Tempe saat mengolah bahan baku kedelai untuk produksi tempe, di rumahnya, Jalan Raya Angantaka-Kutri, Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali,  Jumat (5/2/2021). Kompas.com/ Imam RosidinBenny Santoso (25), pemilik Ini Tempe saat mengolah bahan baku kedelai untuk produksi tempe, di rumahnya, Jalan Raya Angantaka-Kutri, Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (5/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan mengatakan, stok kedelai sampai saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan tetap berupaya menjamin stok kedelai penyediaan Idul fitri 2021 mencukupi kebutuhan industri pengrajin tahu dan tempe nasional.

“Kenaikan harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe disebabkan komoditas kedelai asal Amerika Serikat masih belum memasuki masa panen sehingga berdampak pada tingginya harga kedelai sampai dengan saat ini,” jelas Oke melalui siaran resminya, dikutip Kompas.com, Sabtu (8/5/2021).

Baca juga: Harga Kedelai Dunia Naik, Pemerintah Pastikan Harga Tahu Tempe Tetap Stabil

Dikutip dari Chicago Board of Trade(CBOT), harga kedelai dunia penyediaan Mei 2021 berkisar di 15,42 dollar AS per bushels, terdapat kenaikan harga di kisaran 8,12 persen dari penyediaan April 14,26 dollar AS per bushels.

Meski demikian, diharapkan harga kedelai dunia dapat segera terkoreksi menurun pada periode selanjutnya.

Oke menerangkan, pemerintah berupaya menjaga harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe pada kisaran harga Rp 9.700 per kilogram hingga Rp 9.900 per kilogram dan di tingkat gudang importir Rp 9.400 per kilogram hingga Rp 9.600 per kilogram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, harga tahu tetap masih bisa dijaga stabil oleh para pengrajin di kisaran Rp 650 per potong dan tempe Rp 16.000 per kilogram.

Secara umum, harga kedelai di tingkat pengrajin pada kota-kota besar dan sentra produksi utama kedelai masih terjaga di bawah Rp 10.000 per kilogram saat ini.

Jika terdapat harga kedelai di atas Rp 10.000 per kilogram di beberapa daerah, harga tersebut dipengaruhi tambahan ongkos kirim dari titik distributor.

Baca juga: Rapat dengan Mentan, Komisi IV DPR Soroti Naiknya Harga Kedelai dan Daging Sapi

Oke juga meminta para importir yang memiliki stok kedelai untuk terus memasok kedelai secara teratur kepada pengrajin tahu dan tempe anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), baik di Puskopti provinsi maupun Kopti kabupaten/kota seluruh Indonesia.

“Produksi tahu dan tempe diharapkan dapat terus berjalan khususnya untuk periode Idulfitri 2021 sehingga masyarakat masih tetap mendapatkan tahu dan tempe dengan harga terjangkau,” pungkas Oke.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X