[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

Kompas.com - 08/05/2021, 22:02 WIB
Ilustrasi barang antik, furnitur antik. PIXABAY/FRANCINE SRECAIlustrasi barang antik, furnitur antik.

KOMPASIANA---Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan penat dan rehat dari aktivitas rutin, salah satu adalah menjalani hobi.

Pilihan hobi pun beragam, mulai dari yang berhubungan dengan kegiatan fisik seperti berolahraga sampai mengoleksi barang.

Bagi mereka yang hobi mengoleksi suatu barang, tak jarang cerita dan pengalaman hadir dalam usaha mencari, menemukan, menata, hingga menampilkan barang koleksi.

Tak sedikit pula yang rela merogoh koceknya dalam-dalam demi memuaskan hasrat menjalani hobinya.

Berikut 3 konten menarik di Kompasiana tentang hobi koleksi barang:

1. Hobi Koleksi Barang, Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompasianer Budi Susilo mengungkapkan pengalaman terkait hobinya yang gemar mengoleksi suku cadang mobil Volkswagen termasuk lika-liku yang terjadi di balik hobi yang dijalaninya.

Selama belasan tahun mengumpulkan, memelihara, dan menjual barang yang berhubungan dengan mobil Volkswagen ternyata banyak dampak positif yang bisa diperoleh.

Hobi koleksi barang tersebut berhasil memenuhi kebutuhan fungsional, estetika, dan emosional yang bermanfaat baginya.

Selain itu, menekuni hobi koleksi barang terutama selama bulan Ramadan jadi upaya untuk mengisi waktu luang dan membuat pelaksanaan ibadah puasa relatif tidak terasa. (Baca Selengkapnya)

2. Mengenal Budaya Negara dengan Koleksi Kamus Bahasa Asing

Menguasai bahasa asing kini jadi salah satu kemampuan yang wajib dipelajari.

Berawal dari niat untuk mempelajari bahasa asing itulah yang justru membuat Kompasianer Casmudi menemukan kecintaannya pada koleksi kamus bahasa asing.

Jumlah koleksinya bahkan cukup beragam dan tentunya disesuaikan dengan jenis bahasa asing apa yang ingin dia pelajari.

"Mempelajari bahasa sebuah negara sejatinya sedang mempelajari adat istiadat, budaya, dan kearifan lokal negara yang bersangkutan. Selain itu mempelajari bahasa orang lain membuat Anda "tidak" akan dibohongi," ujarnya (Baca Selengkapnya)

3. Memanfaatkan Teknik KonMori untuk Merapikan Barang Koleksi Anda

Ketika memutuskan untuk mengoleksi barang, kita tak bisa melepaskan satu hal penting, yakni menyediakan tempat yang cukup untuk menata dan meletakkan barang koleksi.

Kompasianer Trian Ferianto yang kebetulan memiliki hobi mengoleksi buku memberikan tips cara merapikan barang-barang koleksi kita dengan mengaplikasikan teknik KonMori yang diperkenalkan oleh Maria Kondo.

Ada 5 langkah yang dapat kita gunakan dan pertimbangkan untuk "mengatur" kembali barang koleksi kita agar tetap rapi dan enak dipandang mata.

Jangan sampai hobi mengoleksi barang yang awalnya menyenangkan jadi membuat pening hanya karena malas merapikan koleksi yang semakin menumpuk. (Baca Selengkapnya) (NDY)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.