[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Tip Sederhana Taklukan Beasiswa S2 LPDP | Kuliah di Luar Negeri, Manfaatnya Apa Sih?

Kompas.com - 09/05/2021, 20:05 WIB
Ilustrasi beasiswa StuNed DOK. STUNEDIlustrasi beasiswa StuNed

KOMPASIANA---Kuliah di luar negeri merupakan impian semua orang, bahkan kini kesempatan untuk kuliah di luar negeri lewat beasiswa terbuka luas bagi siapa saja.

Salah satu beasiswa yang sedang menjadi incaran banyak orang saat ini ialah LPDP atau Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.

Tahun ini tepatnya 4 Mei 2021, pendaftaran LPDP telah dibuka. Terdapat dua jenis LPDP yang dibuka tahun ini, yaitu beasiswa reguler dan beasiswa perguruan tinggi utama dunia (PTUD).

Nah, bagi Anda yang berminat untuk mendaftar beasiswa LPDP, pastikan Anda melengkapi dokumen persyaratan yang dibutuhkan seperti yang tertera di laman resmi LPDP.

Lantas, apa saja tip dan trik agar lolos seleksi beasiswa LPDP?

Simak, 3 artikel seputar pengalaman Kompasianer memperoleh beasiswa LPDP:

1. Tips Sederhana Taklukan Beasiswa S2 LPDP

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi teman-teman di seluruh Indonesia, terkhusus para pelajar, mahasiswa atau yang punya concern dengan pendidikan, pasti sudah tidak asing lagi dengan Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Beasiswa yang dikelola oleh Kementerian Keuangan ini selalu diminati para pelamar beasiswa.

Kompasianer, Erni Kurniasih salah satu penerima LPDP dalam negeri membagikan beberapa tip yang dapat dilakukan oleh para pendaftar agar lolos seleksi.

Menurutnya, hal utama yang perlu ditanam ialah memilih tekat yang kuat. Untuk Memantapakn tekad, pendaftar beasiswa dapat mulai berlatih meningkatkan motivasi dalam diri terlebih dahulu. (Baca selenglapnya)

2. Kuliah di Luar Negeri, Manfaatnya Apa Sih?

Janu Muhammad merupakan salah satu awardee beasiswa LPDP yang mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di Britania Raya.

Melalui penuturannya bahwa kunci utama bagaimana ia bisa mendapatkan kesempatan beasiswa LPDP tersebut berawal dari komunikasi dengan salah seorang dosen Belanda saat ia mengikuti kuliah singkat di Utrecht University Belanda.

Menurutnya, menjalin komunikasi dan membangun relasi yang baik dengan siapa pun akan mempermudah segala urusan yang direncakan. (Baca selengkapnya)

3. Bahasa Inggris Masih Miris, Bukan Halangan Bermimpi ke Negeri Paman Sam

Cita-cita untuk menjadi seorang dosen dan sekolah di luar negeri tidak pernah terbayangkan oleh Kompasianer Hermudananto, apalagi dengan nilai bahasa Inggris yang dapat dikatakan kurang.

Motivasi untuk terus mencoba yang tidak pernah padam serta keseriusan dalam mengasah kemampuan bahasa Inggris melalui pelatihan menjadi usahanya untuk menutupi kekurangan.

Dengan usaha yang gigih, mimpinya untuk studi di luar negeri mendapatkan titik terang kala itu, hingga ia mendapatkan gelar Master of Science dari University of Florida di bidang kehutanan pada pertengahan tahun 2017.

Pengalaman studi di negeri Paman Sam sebelumnya ternyata membuka mimpinya menjadi lebih tinggi lagi untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, yaitu doktoral.

Melalui beasiswa LPDP dan proses seleksi yang ketat di tahun 2018, akhirnya ia pun mendapatkan kesempatan untuk kembali lagi menimba ilmu di negeri Paman Sam. (Baca selengkapnya) (FIN)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X