Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Meredupnya Lapan Depanri dan LIPI di Tengah Tantangan Dunia Siber

Kompas.com - 10/05/2021, 13:03 WIB
Ilustrasi ThinkstockIlustrasi

Untuk dapat memenuhi itu semua maka setidaknya kegiatan Research and Development atau Penelitian dan Pengembangan serta proses Education and Training bagi SDM di bidang pertahanan keamanan khususnya di air and space harus segera dimobilisasi.

Secara nasional sudah harus dapat dilakukan peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan serta pendidikan dan latihan atau Education and Training Program bagi sdm agar upaya mengejar ketertinggalan kita selama ini dapat dilakukan sesuai perkembangan global. Perencanaan jangka panjang yang konsisten dan berkelanjutan harus segera disusun pada format peta jalan atau road map.

Ironisnya, yang berkembang belakangan ini justru lembaga-lembaga yang berkiprah dalam perkembangan sains, teknologi, dan riset telah dilebur dan diciutkan ke dalam institusi lainnya. Depanri dan LAPAN, BATAN, BPPT, dan LIPI berada dalam proses lenyap dari permukaan. Sebuah langkah setback yang sangat disayangkan tentu saja.

Baca juga: Bisnis Keamanan Siber Diprediksi Bakal Tumbuh di Indonesia

Akan tetapi hal ini tidak dapat begitu saja disalahkan kepada para pengambil keputusan. Bisa saja karena pada kenyataannya lembaga–lembaga tersebut selama ini memang tidak atau kurang terlihat kegiatannya di masyarakat luas dan tentu saja di pemerintahan.

Sebuah hal yang mengakibatkan penilaian (bisa saja keliru) bahwa lembaga – lembaga tersebut memang merupakan lembaga yang masuk kategori lembaga yang tidak berguna dan hanya menghabiskan anggaran belaka.

Sangat masuk akal, di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, pemerintah memerlukan efisiensi dan efektifitas jajaran pemerintahan untuk dapat segera keluar dari kesulitan yang tengah dihadapi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Eksistensi sebuah lembaga negara memang seharusnya dapat tampil di permukaan bahwa dia memerankan sebuah misi dan visi yang sangat penting dalam upaya pencapaian kesejahteraan masyarakat luas dan juga bagi sisi pertahanan keamanan negara.

Bila gagal dalam performa yang dapat terlihat oleh masyarakat dan lebih lebih oleh para pengambil keputusan, maka tidak aneh apabila kemudian lembaga lembaga tersebut memang harus segera dilebur saja.

Realita yang kita hadapi adalah dunia tengah bergulir menuju domain ke 5 bernama dunia siber. Suka atau tidak suka, apabila kita tertinggal dalam mengantisipasi, maka bersiaplah untuk menjadi bangsa kuli atau kulinya bangsa bangsa. Perubahan akan terus bergulir dan perubahan tidak akan menunggu siapa siapa saja yang tidak mau mengikutinya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.