Perputaran Uang Bakal Terpusat di Jabodetabek Saat Lebaran

Kompas.com - 10/05/2021, 14:12 WIB
Petugas Kepolisian menghalau pemudik motor yang melawan arus untuk menghindari posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHPetugas Kepolisian menghalau pemudik motor yang melawan arus untuk menghindari posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, larangan mudik membuat konsentrasi perputaran uang hanya berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

"Konsentrasi uang akan berputar di Jabodetabek untuk lebaran tahun ini, jadi ada ketimpangan konsumsi antara kota besar dengan daerah," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/5/2021).

Menurut dia, hal ini juga turut memberikan dampak pada penurunan gairah belanja di daerah khususnya di sektor yang biasa menikmati mudik seperti pusat oleh-oleh, restoran, dan banyak lainnya.

Baca juga: Sejak Awal 2021, Bibit Sudah Dapat Pendanaan Lebih dari Rp 1 Triliun

"Bahkan, permintaan di pasar tradisional juga ikut berdampak karena larangan (mudik) ini," ungkapnya.

Hal ini pun kata dia mengakibatkan pemulihan ekonomi yang tidak merata antara Jabodetabek dan daerah lainnya.

Sementara itu, di sisi lain, dikatakan Bhima, banyak masyarakat yang tetap memaksa untuk mudik lantaran tidak mendapatkan pendapatan lagi di kota besar. Tak sedikit juga yang terkena PHK di tengah pandemi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena tidak ada pemasukan, mereka memutuskan pulang ke daerah masing-masing. Artinya, fenomena lebaran tahun ini membuat daerah harus menahan beban juga dari penggangguran perkotaan," ucap dia.

Baca juga: Uang 1.0 Hanya Spesimen, Bukan Alat Pembayaran

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengatakan, potensi peningkatan pembelian produk UMKM di perkotaan terjadi lantaran konsentrasi uang akan berputar di kota.

Uang tersebutlah yang nantinya akan dibelanjakan produk-produk UMKM.

“Dengan tidak adanya mudik, maka uang akan beredar di perkotaan, mereka akan belanja di UMKM perkotaan yang dampaknya sangat bagus bagi UMKM di perkotaan,” ungkap Ikhsan kepada Kompas.com, Minggu (9/5/2021).

Baca juga: Telkomsel Suntik Dana Rp 4,2 Triliun ke Gojek



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X