Hadapi Lebaran dan Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Untuk 6 Pekan

Kompas.com - 10/05/2021, 15:19 WIB
PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang lini satu (produsen) sampai lini empat (kios resmi) dengan total sebesar 2,2 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama enam minggu ke depan. DOK. Humas KementanPT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang lini satu (produsen) sampai lini empat (kios resmi) dengan total sebesar 2,2 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama enam minggu ke depan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk untuk memenuhi kebutuhan enam minggu ke depan sebanyak sekitar 803.000 ton di gudang-gudang kabupaten (lini III) di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut hampir tiga kali lipat dari stok minimum ketentuan pemerintah, yaitu sebesar 290.000 ton.

Rinciannya terdiri dari pupuk Urea 349.000 ton, NPK 175.000 ton, ZA 102.000 ton, SP-36 83.000 ton, dan organik 93.000 ton.

Baca juga: Ini Upaya Alternatif Kementan untuk Benahi Pengelolaan Pupuk Bersubsidi

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal, mengatakan, sebagaimana arahan Menteri Pertanian, pihaknya telah memperkuat sistem distribusi sehingga semakin handal, efektif dan efisien.

"Petugas lapangan kami memantau stok dan realisasi penyaluran secara harian, hingga mengevaluasi kinerja distributor setiap tiga bulan sekali dan kios resmi setiap enam bulan sekali,” kata Gusrizal dalam siaran persnya, dikutip Kompas.com, Senin (10/5/2021).

Dia menjelaskan, sebagai bentuk pengawasan, Pupuk Indonesia menempatkan 612 petugas lapangan di berbagai daerah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melalui petugas ini, perusahaan rutin berkoordinasi dengan dinas pertanian dan perdagangan, distributor, hingga kios resmi di daerah.

Selain itu, Pupuk Indonesia juga menerapkan digitalisasi guna memastikan kegiatan distribusi dapat dimonitor setiap saat.

Baca juga: Kuartal I-2021, Pupuk Indonesia Catatkan Laba Rp 929 Miliar

Di antaranya adalah dengan menerapkan Distribution Planning and Control System (DPCS), yaitu sistem untuk merencanakan dan memantau pergerakan kapal, angkutan darat dan kondisi stok di gudang secara real time.

Sementara untuk Web Commerce (WCM) berfungsi untuk penebusan pupuk secara online, dan sebagainya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.