WN China Boleh Masuk Indonesia Sementara Mudik Dilarang, Pengamat: Pemerintah Pilih Kasih

Kompas.com - 10/05/2021, 16:54 WIB
Ilustrasi naik pesawat. PIXABAY/STELA DIIlustrasi naik pesawat.

“Artinya demi menyelamatkan investasi China yang Rp 14,2 triliun tapi pemerintah diskriminatif terhadap kerugian di sektor yang lainnya. Ini kan enggak adil dan justru merugikan ekonomi secara total,” tegas dia.

Menurut Bhima, ada solusi yang bisa dilakukan pemerintah, antara lain dengan melakukan karantina WNA China yang masuk paling tidak hingga aturan mudik selesai.

Selain itu, harus ada tindakan tegas terhadap pelanggaran prosedur yang berlaku terutama di pintu masuk bandara.

Baca juga: WN China Masuk Indonesia untuk Mengerjakan Proyek Strategis

“Sebenarnya lebih baik WNA yang sudah masuk ke Indonesia di karantina dulu sampai pelarangan mudik selesai baru bisa bekerja. Sementara WNA yang mau masuk dicegah. Jadi ada kebijakan tegas. Selain itu harus dilakukan tindakan terhadap oknum di pintu kedatangan WNA apabila terbukti menyuap petugas misalnya,” kata Bhima.

Di sisi lain, Guru Besar Universitas Krisnadwipayana sekaligus pakar ketenagakerjaan dan hubungan industrial Payaman Simanjuntak menjelaskan, dalam mempekerjakan WNA China di Indonesia, pemerintah harus menjunjung tinggi ketentuan mempekerjakan TKA, dan tidak diperlukan perlakuan khusus.

“Dalam mempekerjakan WNA China di Indonesia seharusnya tidak diperlukan perlakuan khusus, harus sesuai dengan RPTKA, mengisi jabatan yang belum bisa diisi oleh bangsa Indonesia, perusahaan menugaskan tenaga pendamping, dan TKA Melakukan transfer pengetahuan kepada tenaga pendamping,” ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Payaman menambahkan, setiap TKA yang masuk ke Indonesia juga tentunya harus mengikuti ketentuan imigrasi dan juga protokol kesehatan.

Baca juga: Mendag Sebut China Bakal Beli Sarang Burung Walet Indonesia Rp 16 Triliun

Ini tanpa terkecuali, menjalani prosedur karantina sesuai dengan kebijakan di Tanah Air.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.