"Saya Berusaha agar Pemerintah Mengembalikan Dana Nasabah, tapi Hanya Skema yang Ditawarkan"

Kompas.com - 10/05/2021, 18:01 WIB
Warga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Pemerintah sudah memiliki skenario untuk menangani masalah kekurangan modal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) ANTARAFOTO/GALIH PRADIPTAWarga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Pemerintah sudah memiliki skenario untuk menangani masalah kekurangan modal PT Asuransi Jiwasraya (Persero)

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim percepatan restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya terus mengejar proses restrukturisasi sebelum tenggat waktu di akhir bulan ini. Beberapa nasabah yang menyetujui ikut program tersebut pun semakin bertambah.

Per 6 Mei 2021, Tim Percepatan mencatat, ada 16.485 atau 94,4 persen pemegang polis dari kategori Bancassurance telah mengikuti program restrukturisasi ini.

Sementara untuk pemegang polis korporasi sudahi mencapai 1.873 polis atau setara 87,4 persen. Dan untuk pemegang polis kategori ritel, jumlah yang sepakat mencapai 140.801 atau 79,3 persem.

Berdasarkan data tersebut, menunjukkan beberapa nasabah akhirnya menyetujui program restrukturisasi tersebut. Hanya saja, beberapa dari mereka masih menyayangkan dengan skema yang ditawarkan saat ini.

Ambil contoh, Slyvia yang merupakan nasabah BTN mengungkapkan bahwa sejatinya dirinya masih berat hati untuk mengikuti program restrukturisasi. Terlebih, dengan skema yang ditawarkan sehingga dana yang ia punya akan terpotong hingga 31 persen.

Baca juga: Barang Pelapak Asing Hilang dari Peredaran, Ini Penjelasan Shopee

“Saya sudah berusaha lewat pribadi bersama teman-teman korban agar pemerintah mengembalikan dana nasabah, tapi hanya skema yang ditawarkan dan apa daya rakyat kecil seperti saya melawan pemerintah,” cerita dia kepada Kontan.co.id.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ibu dari dua anak ini memilih skema tiga yang disebutkan bahwa dana akan dicicil selama 5 tahun dengan potongan mencapai 31 persen. Menurut dia, skema yang ditawarkan tersebut sebenarnya tidak adil bagi korban nasabah.

“Tega sekali mereka yang korupsi, nasabah yang jadi korban. Saya minta keadilan pada Tuhan karena itu uang simpanan hari tua saya bersama kedua anak saya yang sudah yatim,” tambah Silvya.

Sama halnya dengan Silvya, nasabah lainnya, Ivander, juga sejatinya merasa keberatan dengan skema yang ditawarkan dalam program restrukturisasi ini. Bahkan, sebelumnya ia menolak untuk mengikuti program tersebut karena skema yang ditawarkan tidak memuaskan.

Dirinya bercerita bahwa awalnya ia berinvestasi di Jiwasraya bukan karena mengharapkan imbal hasil yang tinggi. Hanya saja, ia berani menyimpan uangnya di Jiwasraya karena merupakan perusahaan BUMN.

Baca juga: Pemegang Polis Ritel Jiwasraya Kembalikan 14.000 Surat Program Restrukturisasi

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.