[TREN WISATA KOMPASIANA] Rumah di Dua Wilayah Negara | Pesona Kota Pergudangan di Hamburg | Cerita Misteri Gunung Lokon

Kompas.com - 10/05/2021, 22:38 WIB
Ilustrasi Belanda - Jalur yang bisa dilintasi oleh para pesepeda di Amsterdam. SHUTTERSTOCKIlustrasi Belanda - Jalur yang bisa dilintasi oleh para pesepeda di Amsterdam.

Yang menarik adalah ada sebuah restoran yang harus mengikuti dua aturan di Belanda dan Belgia. Setengah dari ruang restoran ini harus tutup lebih awal berdasarkan aturan Belanda dan setengahnya lagi masih diperbolehkan buka berdasarkan aturan negara Belgia.

"Pengunjung restoran cukup pindah ke meja wilayah Belgia (di ruang yang sama). Caranya cukup selangkah kaki," tulis Kompasianer Walentina Waluyanti. (Baca selengkapnya)

2. Speicherstadt, Pesona Kota Pergudangan di Hamburg

Speicherstadt, begitu sebutannya, adalah kompleks pergudangangan di sekitar pelabuhan Hamburg, Jerman, dan merupakan yang terbesar di dunia.

Pembangunan wilayah ini dimulai pada 1883 di masa kepemimpinan Kaisar Wilhelm II. Seperti umumnya pembangunan proyek besar, selalu ada pihak lain yang harus dikorbankan. Tidak terkecuali pendirian Speicherstadt ini.

Pembangunan kompleks penyimpanan barang bebas cukai ini memaksa sekitar 20.000 orang untuk meninggalkan rumahnya.

"Mereka, penduduk di distrik Kehrwieder dan Wandrahm kebanyakan adalah para pekerja pelabuhan," tulis Kompasianer Hennie Triana. (Baca selengkapnya)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Cerita Misteri Gunung Lokon dan Meningkatnya Wisata Pendakian

Hampir semua nama Gunung-gunung di Minahasa, Sulawesi Utara diberi nama sesuai dengan siifat yang biasa terjadi di gunung itu.

Orang Minahasa menamai Gunung Mahawu, salah satu gunung berapi yang mengapit Kota Tomohon sebelah Timur, karena memiliki sifat sering mengeluarkan abu.

Orang menyebut Gunung Lokon, yang juga mengapit Kota Tomohon di sebelah Barat, karena gunung itu paling tua dan paling besar. Dalam bahasa Tombulu, disebut Tou Tua Lokon yang berarti sudah tua.

Masyarakat percaya, hingga sekarang, bahwa setiap gunung ada penghuninya. Lalu, siapakah yang menghuni Gunung Lokon? (Baca selengkapnya) (IBS)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.