KSPI Sesalkan Perusahaan Yang Bawa Karyawannya ke Pengadilan Karena Tuntut THR

Kompas.com - 11/05/2021, 16:12 WIB
Ilustrasi pengadilan. SHUTTERSTOCKIlustrasi pengadilan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengutuk tindakan salah satu perusahaan ritel yang menyeret seorang karyawannya ke pengadilan karena karyawan yang bersangkutan menuntut pembayaran THR di tahun 2020 silam.

Menurut Said Iqbal, permasalahan ini berawal dari desas-desus akan adanya pemotongan THR yang dilakukan manajemen perusahaan ritel tersebut menjelang Lebaran tahun 2020 lalu.

Saat itu, Anwar Bessy seorang sopir pengiriman barang-barang ke jaringan toko ritel berkumpul dan melakukan protes kepada manajemen mengenai rencana pemotongan THR.

Baca juga: KSPI Minta Pengawasan Pembayaran THR 2021 Mengacu ke PP

Aksi protes itu berlangsung selama 2 hari, dari tanggal 8 Mei dan 11 Mei 2020 bersama ratusan pekerja lain. Dalam aksi protes tersebut terjadi insiden kerusakan gypsum yang cenderung terjadi tanpa kesengajaaan.

“Itu pun hanya kerusakan kecil. Sayangnya, hal ini dijadikan pembenaran untuk memenjarakan seorang buruh yang mencari keadilan terhadap pembayaran THR,” kata Said Iqbal dalam siaran pers, Selasa (11/5/2021).

Iqbal menyesalkan sikap yang diambil pihak perusahaan yang seolah bersikeras hendak memenjarakan pekerjanya karena yang bersangkutan menuntut pembayaran THR sesuai dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, Said menyayangkan sikap negara yang dinilai cenderung abai dengan kondisi seperti ini. ia juga menyayangkan saat terjadi aksi protes, terlihat ada pengamanan dari oknum polisi dan tentara, padahal aksi unjuk rasa hanya menuntut hak pembayaran THR.

Baca juga: KSPI Kirim Surat ke Jokowi Minta Subsidi Gaji Dilanjutkan

“Di mana negara untuk melindungi hak-hak buruh? Buruh hanya memperjuangkan THR, kenapa harus dihadapi dengan penjara? Kenapa harus ada polisi dan tentara? Apakah sudah begitu genting persoalan THR, sehingga dihadirkan polisi dan tentara?” tanya Said.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.