AM Lilik Agung
Trainer bisnis

Mitra Pengelola GALERIHC, lembaga pengembangan SDM. Beralamat di lilik@galerihc.com.

Soto Bu Hadi dan Tiga Inovasi di Bulan Mei

Kompas.com - 12/05/2021, 06:30 WIB
Ilustrasi inovasi SHUTTERSTOCKIlustrasi inovasi

Jika pada awal mula rekaman The Beatles dan Rolling Stones dikemas dalam bentuk piringan hitam, mulai era Led Zeppelin dan Deep Purple, berubah bentuk menjadi kaset. Sampai pertengahan tahun 80-an, kaset menjadi maha raja, menggusur piringan hitam.

Hingga akhirnya dari daratan Amerika, lahir dua kelompok musik yang lebih pekak dalam menggeber musik. Mereka adalah Gun’s and Roses dan Metallica. Dua grup musik yang tak tertandingi dalam penjualan album rekaman.

Rekaman mereka dalam format compact disc (CD). Jika piringan hitam digusur oleh kaset, maka kaset dipinggirkan oleh CD. Terjadi inovasi yang mengubah bentuk. Itulah yang disebut inovasi radikal.

Puncak kesuksesan penjualan CD terjadi hingga tahun 2000-an. Sang maha inovator, Steve Jobs mengeluarkan produk IPod pada 2001.

Produk yang bisa digenggam tangan ini mampu menyimpan memori lima gigabita atau setara seribu lagu. IPod ini awal mula yang mendisrupsi kejayaan CD. Sebelum akhirnya hari ini penikmat musik beralih ke streaming. Spotify dan Youtube menjadi rajanya.

Inovasi disrupsi

Kehadiran IPod dan kemudian lahir Spotify dan Youtube yang semuanya berbasis streaming mengubah total industri rekaman. Inilah yang disebut sebagai strategi inovasi tingkat ketiga, inovasi disrupsi.

Inti dari inovasi disrupsi adalah mengubah industri atau pasar. Dengan munculnya produk-produk hasil dari inovasi disrupsi, menjadikan produk lama tidak relevan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Piringan hitam, kaset dan CD hari ini tak lebih sebagai produk koleksi saja. Penikmat musik beralih kepada layanan streaming yang tidak terbatas jumlah lagunya. Pun bisa diunduh secara cuma-cuma.

Soto Bu Hadi

Lantaran ada larangan mudik selama Lebaran 2021, istri saya kangen dengan kuliner dari kampungnya, Solo. Dia pesan soto daging sapi Bu Hadi.

Oleh Bu Hadi, agar soto bisa dikonsumsi pelanggan luar kota (dalam kasus saya, Tangerang), soto beserta perangkat pendukungnya (tempe goring, telur kecap, koyor dan sosis solo) dikemas dengan cara frozen pack.

Bu Hadi melakukan inovasi incremental dalam tindakan ini. Agar soto bisa sampai Tangerang hari itu juga, Bu Hadi kerjasama dengan pengelola jasa titip (inovasi radikal).

Sementara istri saya memesan soto Bu Hadi melalui apps (inovasi disrupsi). Alhasil walaupun kami tidak pulang kampung, kami tetap bisa menyantap legenda soto dari Solo, soto Bu Hadi.

Bulan Mei 2021 ini memang muncul penggabungan tiga inovasi sekaligus: incremental, radikal dan disrupsi. Soto Bu Hadi adalah studi kasusnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.