Bakal Merugi, Pengusaha Tolak Kebijakan Tutup Mal Selama Lebaran

Kompas.com - 12/05/2021, 13:41 WIB
Suasana pusat perbelanjaan Thamrin City di Jakarta, Senin (3/5/2021). Warga mulai mendatangi mal atau pusat perbelanjaan untuk berbelanja menyambut Idul Fitri 1442 Hijriah. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwaSuasana pusat perbelanjaan Thamrin City di Jakarta, Senin (3/5/2021). Warga mulai mendatangi mal atau pusat perbelanjaan untuk berbelanja menyambut Idul Fitri 1442 Hijriah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menolak ketentuan sejumlah daerah yang melarang operasional pusat perbelanjaan atau mal dan toko ritel terhitung sejak 11 sampai 16 Mei 2021.

Ketua Umum DPP Aprindo Roy N Mandey mengatakan, penutupan mal dan toko ritel akan menimbulkan kerugian yang signifikan secara materiil akibat kehilangan omzet dan rusaknya beberapa jenis barang persediaan yang telah diinvestasikan oleh pelaku usaha.

"Surat Edaran penutupan mal dan ritel merupakan praktek arogansi dari kepala daerah, karena dikeluarkan sangat mendadak, sama sekali tidak melibatkan kami perwakilan dan pelaku usaha untuk mencari solusi," kata Roy dalam keterangan tertulis, Rabu (12/5/2021).

Baca juga: Tingkat Kunjungan Mal Diproyeksi Naik 40 Persen Saat Lebaran

Roy menegaskan, semenjak merebaknya Covid-19 mal dan toko ritel telah beroperasi dengan tetap memprioritaskan pelaksanaan protokol kesehatan.

"Sebenarnya, apa yang salah dari kami, sehingga kami diminta tutup beroperasi, prokes telah kami laksanakan ketika masyarakat datang untuk belanja," ujar dia.

"Kita mengkritisi sejumlah beberapa pemerintah daerah antara lain Kota Pekanbaru dan Kota Banjarbaru yang menerapkan penutupan mal dan ritel didalamnya secara tiba-tiba," tambah Roy.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, Lebaran disebut sebagai salah satu momentum bagi para pelaku usaha mal dan toko ritel agar tidak semakin terpuruk dari dampak pandemi Covid-19.

"Harapan kami SE penutupan pelarangan Mall & Ritel didalamnya dari pemerintah daerah, dikaji ulang dengan mencabut segera," ucap Roy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X