Masuk Jakarta Diperketat, Ini 11 Lokasi Tes Antigen Acak

Kompas.com - 16/05/2021, 10:06 WIB
Rapid Test Antigen secara random dilakukan di Rest Area KM 62 tol Jakarta Cikampek arah menuju Jakarta, Sabtu (15/5/2021). KOMPAS.COM/FARIDARapid Test Antigen secara random dilakukan di Rest Area KM 62 tol Jakarta Cikampek arah menuju Jakarta, Sabtu (15/5/2021).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut akan memperketat pergerakan masyarakat yang akan kembali ke Jakarta pasca Lebaran 2021.

Di Jawa Barat, pemerintah mendirikan posko tes antigen gratis secara acak di 11 lokasi untuk masyarakat yang akan kembali ke Jakarta.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengatakan, hal ini dilakukan dengan tujuan memperketat pergerakan masyarakat yang akan melakukan perjalanan lintas wilayah.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Perhubungan, kita akan memperketat pergerakan masyarakat yang akan kembali ke Jakarta. Pada prinsipnya kami inginkan semua masyarakat yang akan ke Jakarta adalah masyarakat yang sehat, tidak terpapar Covid-19 dan kita harapkan Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi dan sebagainya. Untuk itu semua pintu masuk Jakarta akan kita lakukan dengan rapid test antigen,” ujar Budi melalui siaran pers, Sabtu (15/5/2021).

Baca juga: Produksi Seragam, Perusahaan Ini Lirik Peluang Ekspor

Khusus pengguna roda dua, tes antigen gratis disiapkan di UPPKB Balonggandu, Karawang.

Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus balik lonjakan volume kendaraan dari arah timur ke barat terjadi pada Minggu (16/5/2021) malam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Posko tes acak ini merupakan hasil sinergi antar instansi seperti Kementerian Kesehatan, Kepolisian, TNI.

Khusus di UPPKB Balonggandu, posko tes acak ditangani oleh tim Ditjen Perhubungan Darat dan melakukan pemeriksaan acak rapid test antigen kepada masyarakat pengendara sepeda motor.

“Ini random check karena setelah diinventarisasi ketersediaan alat rapid test dari Satgas Covid-19 maupun Kementerian Kesehatan harus dibagi agar merata. Walaupun dilakukan random sampling namun kita harapkan dilakukan pemeriksaan terhadap mayoritasnya,” kata Budi.

Baca juga: Debt Collector Asal Tarik Kendaraan, Perusahaan Pembiayaan Siap-siap Kena Sanksi

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.