"Keputusan Pak Erick untuk Mengganti Semua Direksi Diharapkan agar Ada Evaluasi Besar..."

Kompas.com - 17/05/2021, 07:37 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri BUMN Erick Thohir memecat seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika (KFD), sebagai tindak lanjut kasus antigen bekas yang terjadi di Bandara Kualanamu, beberapa waktu lalu.

Terkait hal tersebut, Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Mahendra Sinulingga mengatakan, keputusan memberhentikan jajaran dreksi KFD sebagai eveluasi besar KFD terhadap penerapan SOP yang benar.

“Keputusan Pak Erick untuk mengganti semua direksi diharapkan agar ada evaluasi besar dalam menjalankan SOP yang benar. Pak Erick juga berharap ada SOP yang menjaga masyarakat terhadap penggunaan Rapid Test Antigen, dengan SOP ini masyarakat bisa terlindungi dan kami memiliki integritas melakukan edukasi ke masyarakat,” ucap Arya dalam rekaman video yang diterima Kompas.com, Minggu (16/5/2021).

Baca juga: Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Arya berharap dengan adanya SOP tersebut, masyarakat bisa merasa nyaman dalam melakukan Rapid Test Antigen yang merupakan bagian dari menjaga diri dari penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, Erick Thohir mengatakan pemecatan jajaran direksi KFD adalah pelanggaran terkait dengan kesepakatan bersama untuk bertindak profesional sesuai dengan core value yang dicanangkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Erick kecewa, apa yang terjadi pada kasus Kualanamu dinilai bertentangan dengan core value tersebut.

Selain itu, Erick menilai secara internal terdapat kelemahan secara sistem yang membuat kasus antigen bekas dapat terjadi, dan ini berdampak luas bagi kepercayaan masyarakat. Sebagai perusahaan layanan kesehatan, rasa kepercayaan yang diperoleh dari kualitas pelayanan menjadi hal yang tak bisa ditawar.

"Akumulasi dari seluruh hal tersebut membuat kami berkewajiban untuk mengambil langkah pemecatan. Ini bukan langkah untuk menghukum, tapi langkah untuk menegakkan dan memastikan, seluruh BUMN punya komitmen untuk melayani, melindungi, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat," kata Erick.

Keputusan pemecatan diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilakukan pekan lalu. Dari RUPSLB tersebut, para pemegang saham sepakat memberhentikan Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadilah Bulqini dan Direktur KFD I Wayan Budhi Artawan.

Selain memberhentikan Direksi KFD, RUPSLB juga menyepakati untuk mengangkat Agus Chandra sebagai Plt. Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika dan Abdul Azis sebagai Plt. Direktur.

Baca juga: Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X