KILAS

Serap KUR, Sektor Pertanian Kabupaten Wajo Diharapkan Meningkat

Kompas.com - 17/05/2021, 09:33 WIB
Ilustrasi petani SHUTTERSTOCK.com/FENLIOQIlustrasi petani

KOMPAS.com – Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk terus mendukung petani Indonesia dalam meningkatkan produktivitas tani. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian.

Diberitakan Kompas.com, Senin (26/4/2021), Kementan mengalokasikan dana KUR sebesar Rp 70 triliun pada 2021. Jumlah tersebut meningkat dibanding pada 2020 yang hanya senilai Rp 50 triliun.

Kenaikan alokasi dana tersebut dilakukan Kementan guna mendorong petani agar tidak ragu mengakses KUR guna permodalan usaha tani.

Salah satu daerah target pemanfaatan KUR adalah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Di sana, ada tiga sektor penyumbang terbesar, yaitu sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan.

Baca juga: Dorong Permodalan Petani, Kementan Alokasikan Dana KUR Rp 70 Triliun

Ketiga sektor tersebut juga merupakan penyerap KUR tertinggi sampai dengan April 2021, dengan nilai Rp 227,39 miliar atau 66,68 persen.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan, kurangnya ketersediaan modal kerap menjadi kendala petani dalam menjalankan usaha pertanian. Namun, berkat kehadiran fasilitas KUR, perkara tersebut dapat teratasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saya berharap, penyerapan KUR dapat mendukung aktivitas pertanian para petani di seluruh Indonesia,” katanya dalam rilis yang diterima Kompas.com , Minggu (16/5/2021).

Hal senada turut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy.

Baca juga: Kementan Dukung Petani dengan KUR, Pengamat: Pertanian Tumbuh Positif di Kuartal II

"KUR adalah solusi bagi usaha tani. Namun, kita tetap mengingatkan jika KUR adalah pinjaman yang artinya harus dikembalikan," katanya.

Mengenai pengembalian KUR, Sarwo mengatakan bahwa hal tersebut dapat dilakukan petani saat usai panen.

"KUR ini sangat tidak memberatkan. Selain pengembalian bisa dilakukan saat panen, bunganya juga kecil. Maka dari itu, kami mendorong petani dan pelaku usaha tani untuk memanfaatkan KUR," tandas Sarwo.

Sebagai informasi, efektivitas KUR pada sektor pertanian dibuktikan dalam laporan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dimuat dalam pemberitaan Kompas.com, Sabtu (16/5/2021).

Baca juga: Ajak Petani di Agam Manfaatkan KUR, Mentan: Kini Petani Tak Perlu Risau

Direktur Eksekutif Indef Ahmad Tauhi, dalam pemberitaan tersebut menyatakan bahwa sektor pertanian tetap berpotensi tumbuh secara positif meski dalam kondisi pandemi.

Ia menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan I 2021, sektor pertanian mengalami pertumbuhan sebesar 2,95 persen.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.