Ketika 1,5 Juta Orang Meninggalkan Jakarta meski Mudik Dilarang

Kompas.com - 17/05/2021, 11:24 WIB
Kepolisian Resor Bogor melaporkan, ada sebanyak 43,662 jenis kendaraan yang diperiksa petugas di delapan titik pos penyekatan jalur mudik 2021 Kabupaten Bogor, Jawa Barat. KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANKepolisian Resor Bogor melaporkan, ada sebanyak 43,662 jenis kendaraan yang diperiksa petugas di delapan titik pos penyekatan jalur mudik 2021 Kabupaten Bogor, Jawa Barat.


JAKARTA, KOMPAS.com – Jutaan orang tetap bepergian di masa larangan mudik Lebaran 2021 yang berlaku sejak 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021 hari ini.

Ini artinya masyarakat tetap antusias melakukan mudik ke kampung halaman pada Lebaran 2021 meski sudah ada aturan larangan mudik.

Buktinya, berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pemudik asal Jakarta saja tercatat sekitar 1,5 juta orang yang bepergian menuju berbagai daerah.

Baca juga: Menhub Akui Pemudik Jalur Darat Bikin Petugas Kewalahan

Jumlah pemudik yang meninggalkan Jakarta itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

“Informasi dari Kemenhub sudah lebih 1,5 juta orang yang melakukan perjalanan keluar Jakarta, karena itu perlu diantisipasi kembalinya pasca libur Lebaran,” tutur Airlangga dikutip dari laman Setkab pada Senin (17/5/2021).

Terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut terdapat sekitar 400.000 orang melakukan perjalanan dari Jawa menuju Sumatera sebelum Lebaran 2021.
Hal tersebut diungkapkan Budi Karya usai menggelar Rapat Koordinasi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Minggu (16/5/2021) kemarin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 400.000 Orang ke Sumatera Sebelum Lebaran, Ini Syarat Balik ke Jawa

“Kita memang melihat bahwa ada kurang lebih sebanyak 400.000 orang yang sudah bergerak dari Jawa ke Sumatera,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laman Setkab pada Senin (17/5/2021).

Dengan kenyataan itu, dalam waktu dekat ini diprediksi akan tejadi pergerakan arus balik dari Sumatera menuju Jawa. Pergerakan ini menjadi perhatian pemerintah untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19.

“Tentunya di hari-hari ini dan beberapa hari ke depan akan ada suatu pergerakan balik dari Sumatra ke Jawa, untuk itu kami melakukan suatu koordinasi yang intens untuk melakukan pengendalian,” kata Budi Karya.

Untuk mengantisipasi arus perjalanan pasca Lebaran, penumpang yang akan berangkat melalui Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni wajib melakukan tes cepat atau rapid test antigen sebelum keberangkatan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.