Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usai Libur Lebaran, IHSG dan Rupiah Masih Loyo

Kompas.com - 17/05/2021, 16:44 WIB
Ade Miranti Karunia,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca libur Lebaran ditutup di zona merah pada Senin (17/5/2021). Mengutip dari RTI, indeks acuan perdagangan saham tersebut turun 1,76 persen, atau 104 poin ke level 5.883,86.

Sebanyak 113 saham menguat, 414 melemah, dan 117 berada di posisi stagnan. Adapun nilai total transaksi yang diperoleh sebesar Rp 12 triliun dari 18,5 miliar saham yang diperdagangkan.

Hari ini, investor asing banyak melakukan aksi belinya di seluruh pasar modal yang mencapai Rp 52,03 miliar. Terdapat lima saham yang diburu oleh investor asing diantaranya BBCA, BMRI, ANTM, BBNI dan KLBF.

Sedangkan PGAS, BBRI, MDKA, MIKA, dan BRPT dilepas atau dijual oleh investor asing. Sebanyak 5 saham masuk kategori top losers antara lain PGAS turun 7,00 persen ke Rp 1.130, INCO turun 6,76 persen ke Rp 5.175, PTPP turun 6,72 persen ke Rp 1.180, WIKA turun 6,57 persen ke Rp 1.350, dan ANTM turun 5,99 persen ke Rp 2.510.

Baca juga: Bentuk Grup GoTo, Ini Kata Bos Gojek dan Tokopedia

Sedangkan 5 saham masuk top gainers, KLBF naik 1,04 persen ke Rp 1.460, ITMG naik 0,97 persen ke Rp 13.000, BMRI naik 0,42 persen ke Rp 5.925, MIKA naik 0,37 persen ke Rp 2.700, dan TLKM naik 0,31 persen ke Rp 3.190.

Di pasar spot, posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) berada di teritori negatif. Dikutip dari Bloomberg, kurs rupiah alami penurunan sebesar 85 poin ke level Rp 14.282 per dollar AS. Sebelumnya, pada 11 Mei 2021, posisi rupiah menguat Rp 14.197 per dollar AS.

Sementara, di Jakarta Interbank Dollar Spot (Jisdor), Bank Indonesia mencatat kurs tengah rupiah di level Rp 14.284 per dollar AS, melemah dari pekan sebelumnya yang berada pada Rp 14.203 per dollar AS.

Baca juga: Cara Mengaktifkan Fitur COD di Shopee dan Tokopedia

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Aliran Modal Asing Keluar Rp 21,46 Triliun dari RI Pekan Ini

Aliran Modal Asing Keluar Rp 21,46 Triliun dari RI Pekan Ini

Whats New
Kementerian PUPR Buka 26.319 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Kementerian PUPR Buka 26.319 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Whats New
[POPULER MONEY] Kartu Prakerja Gelombang 66 Dibuka | Luhut dan Menlu China Bahas Kelanjutan Kereta Cepat Sambil Makan Durian

[POPULER MONEY] Kartu Prakerja Gelombang 66 Dibuka | Luhut dan Menlu China Bahas Kelanjutan Kereta Cepat Sambil Makan Durian

Whats New
Ada Konflik di Timur Tengah, RI Cari Alternatif Impor Migas dari Afrika dan Amerika

Ada Konflik di Timur Tengah, RI Cari Alternatif Impor Migas dari Afrika dan Amerika

Whats New
Langkah PAI Jawab Kebutuhan Profesi Aktuaris di Industri Keuangan RI

Langkah PAI Jawab Kebutuhan Profesi Aktuaris di Industri Keuangan RI

Whats New
Akar Masalah BUMN Indofarma Belum Bayar Gaji Karyawan

Akar Masalah BUMN Indofarma Belum Bayar Gaji Karyawan

Whats New
Nestapa BUMN Indofarma, Sudah Disuntik APBN, tapi Rugi Terus

Nestapa BUMN Indofarma, Sudah Disuntik APBN, tapi Rugi Terus

Whats New
Tol Japek II Selatan Diyakini Jadi Solusi Kemacetan di KM 66

Tol Japek II Selatan Diyakini Jadi Solusi Kemacetan di KM 66

Whats New
Punya Gaji Tinggi, Simak Tugas Aktuaris di Industri Keuangan

Punya Gaji Tinggi, Simak Tugas Aktuaris di Industri Keuangan

Whats New
Nasib BUMN Indofarma: Rugi Terus hingga Belum Bayar Gaji Karyawan

Nasib BUMN Indofarma: Rugi Terus hingga Belum Bayar Gaji Karyawan

Whats New
Pembatasan Pembelian Pertalite dan Elpiji 3 Kg Berpotensi Berlaku Juni 2024

Pembatasan Pembelian Pertalite dan Elpiji 3 Kg Berpotensi Berlaku Juni 2024

Whats New
OJK Sebut 12 Perusahaan Asuransi Belum Punya Aktuaris

OJK Sebut 12 Perusahaan Asuransi Belum Punya Aktuaris

Whats New
OJK Cabut Izin Usaha BPR Syariah Saka Dana Mulia di Kudus

OJK Cabut Izin Usaha BPR Syariah Saka Dana Mulia di Kudus

Whats New
Ada Indikasi TPPU lewat Kripto, Indodax Perketat Pengecekan Deposit

Ada Indikasi TPPU lewat Kripto, Indodax Perketat Pengecekan Deposit

Whats New
Produk Petrokimia Gresik Sponsori Tim Bola Voli Proliga 2024

Produk Petrokimia Gresik Sponsori Tim Bola Voli Proliga 2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com