Kompas.com - 18/05/2021, 09:39 WIB
Ilustrasi merger Gojek dengan Tokopedia. DOK. GOJEKIlustrasi merger Gojek dengan Tokopedia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan transportasi daring Gojek dan e-commerce Tokopedia resmi merjer menjadi GoTo. Sebelumnya, ramai berhembus kabar terkait dengan merger kedua perusahaan sejak bulan lalu.

Melalui merger ini, grup GoTo memiliki total Gross Transaction Value (GTV) gabungan lebih dari 22 miliar dollar AS atau Rp 314 triliun (Kurs Rp 14.282 per dollar AS).

Merger juga menggabungkan transaksi menjadi sebesar 1,8 miliar transaksi pada tahun 2020, dan ditargetkan berkontribusi lebih dari 2 persen terhadap PDB Indonesia di tahun ini.

Baca juga: Resmi Merger, Gojek dan Tokopedia Bentuk Grup GoTo

Berikut empat fakta merger Gojek dan Tokopedia yang patut diperhatikan:

1. Model bisnis

Patrick Cao, Presiden GoTo, mengungkapkan, model bisnis Grup GoTo menjadi semakin beragam, stabil dan berkelanjutan. GoTo mengombinasikan transaksi platform Gojek yang memiliki volume dan frekuensi yang tinggi, dengan platform e-commerce Tokopedia yang memiliki frekuensi medium, namun dengan nilai transaksi tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ke depannya, Grup GoTo akan berkontribusi lebih dari 2 persen kepada total PDB Indonesia dan akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta peluang penghasilan seiring dengan berkembangnya bisnis kami dan bertumbuhnya ekonomi,” ungkap Patrick dalam siaran pers, Senin(17/5/2021).

Model bisnis GoTo akan mengombinasikan layanan e-commerce, pengiriman barang, pengiriman makanan, transportasi, dan keuangan. Grup GoTo juga akan menciptakan platform konsumen digital yang melayani sebagian besar kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Jaringan mitra usaha serta mitra driver di dalam Grup GoTo juga akan saling melengkapi akan menghadirkan pilihan barang dan jasa yang dibutuhkan, didukung oleh layanan pembayaran digital dan keuangan yang akan semakin mempermudah masyarakat sekaligus meningkatkan inklusi keuangan.

2. Dukungan pendanaan

Kevin Aluwi, CEO dan Co-founder Gojek mengungkapkan, kombinasi dari dua perusahaan memastikan dukungan pendanaan yang kuat untuk mengembangkan potensi bisnis di masa mendatang.

Grup GoTo memiliki daftar investor blue-chip termasuk Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa dan Warburg Pincus.

“Grup GoTo berada dalam posisi kuat untuk memenuhi lebih banyak lagi kebutuhan sehari-hari konsumen,” ungkap Kevin.

Baca juga: Gojek-Tokopedia Merger Jadi GoTo, Begini Model Bisnisnya

Halaman:


Sumber TechCrunch
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.