Ini Jumlah Peserta yang Terdaftar dalam Program Vaksinasi Gotong Royong

Kompas.com - 18/05/2021, 12:28 WIB
Ketua Kamar Dagang dan Industri Rosan Roeslani, di Rapat Koordinasi Nasiona Kadin Bidang Perhubungan, di Graha CIMB Niaga, Jakart, Rabu (16/11/2016).  Achmad FauziKetua Kamar Dagang dan Industri Rosan Roeslani, di Rapat Koordinasi Nasiona Kadin Bidang Perhubungan, di Graha CIMB Niaga, Jakart, Rabu (16/11/2016). 
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bersama pemerintah telah resmi memulai program Vaksinasi Gotong Royong untuk para pekerja swasta.

Ketua Ketua Umun Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, animo para pengusaha terhadap program Vaksinasi Gotong Royong sangat tinggi karena jumlah perusahaan yang mendaftar mencapai 22.736 perusahaan.

"Antusiasnya sangat tinggi, sangat positif. Itu terbukti dari banyaknya perusahaan yang mendaftar vaksin kurang lebih ada sebanyak 22.736 perusahaan yang telah mendaftar dan lebih dari 10 juta peserta," ujarnya saat pembukaan Vaksinasi Covid-19 Gotong Royong untuk Pekerja yang disiarkan secara virtual, Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Rosan mengatakan, jumlah perusahaan yang ikut program Vaksinasi Gotong Royong bisa meningkat seiring banyaknya perusahaan yang terus mendaftar.

"Biasanya kalau ini sudah berjalan, mereka akan lihat hasilnya dulu kan, pasti akan lebih banyak lagi perusahaan yang ikut mendaftar kalau sudah lihat hasilnya," ungkapnya.

Selain itu Rosan juga mengatakan, banyak perusahaan yang menyarankan agar tidak hanya pegawai perusahaan saja yang diberikan vaksinasi gratis, tetapi masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan perusahaan atau sekitar pusat operasional juga ikut disertakan dalam program ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia juga menyakini, program Vaksinasi Gotong Royong bisa memberikan dampak yang positif untuk sektor kesehatan serta mempercepat pemulihan perekonomian nasional.

"Dampaknya sangat besar dan dunia usaha bisa kembali bergerak," ucap dia.

Baca juga: WHO Desak Negara-negara Kaya Sumbang Vaksin Covid-19 ke Negara Miskin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.