Sekali Lagi tentang National Space Agency

Kompas.com - 18/05/2021, 20:34 WIB
Ilustrasi Shutterstock/Nazar YosyfivIlustrasi

APABILA kita berbicara tentang visi Antariksa, maka kita tidak bisa menghindar untuk membicarakan setidaknya 2 hal penting yang terkait yaitu Dewan Penerbangan dan LAPAN sebagai National Space Agency.

Salah satu dari kurang sukses nya pencapaian kita di bidang penerbangan dan Antariksa adalah ditandai dengan meredup dan menghilangnya Dewan Penerbangan dan LAPAN belakangan ini.

Perkembangan dunia penerbangan Indonesia

Sekedar contoh saja bahwa Indonesia telah membentuk Dewan Penerbangan pada tahun 1955, dua tahun sebelum Uni Sovyet berhasil meluncurkan Sputnik ke Ruang Angkasa yang telah menyebabkan Amerika Serikat “kebakaran jenggot” dan segera pada tahun 1958 mendirikan NASA – National Aeronautic and Space Administration.

Tidak itu saja, Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan terbesar di dunia pada tahun 1955 belum memiliki Dewan Kelautan dan atau Dewan Maritim akan tetapi sudah membentuk Dewan Penerbangan.

Lalu apa sebenarnya yang menjadi tugas Dewan Penerbangan yang dibentuk tahun 1955 itu?

Ternyata sangat sederhana yaitu memberi nasihat kepada Pemerintah dalam soal-soal penerbangan dan menyempurnakan koordinasi dalam soal-soal penerbangan di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dua hal yang sangat esensial yang pada saat sekarang ini sudah berstatus “nyaris tidak terdengar” lagi di haribaan bumi pertiwi.

Di sisi lainnya pada tahun 1964 Fakultas Hukum Unpad telah memiliki jurusan “Air and Space Law” yang didirikan oleh Prof Dr Priyatna Abdurrasyid. Hal tersebut membuat Unpad merupakan Universitas pertama di Asia yang Fakultas Hukumnya telah memiliki jurusan hukum udara dan ruang angkasa.

Baca juga: Riset Moodys: Industri Penerbangan akan Membaik Seiring Vaksinasi

Ke semua itu hanyalah cuplikan dari beberapa gambaran saja rangkaian refleksi tentang betapa visi Antariksa negeri ini pada awal mula perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X