Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Sekali Lagi tentang National Space Agency

Kompas.com - 18/05/2021, 20:34 WIB
Ilustrasi Shutterstock/Nazar YosyfivIlustrasi

Kini di tahun 2021 – pada usia yang sudah mencapai lebih dari 75 tahun Dewan Penerbangan sudah lama tiada dan LAPAN sang pemeran resmi mewakili pemerintah sebagai National Space Agency berada di tengah perjalanan menyusul Sang Dewan Penerbangan.

Salah satu hasil yang tengah kita nikmati bersama sekarang ini adalah “kurang sukses” nya kiprah dari kegiatan dunia penerbangan sipil komersial di negeri tercinta.

Perkembangan di dunia Antariksa

Air and Space atau udara dan antariksa sering disebut sebagai dirgantara adalah merupakan masa depan umat manusia. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di bidang penerbangan dan antariksa walau tergolong sebagai “the new kid on the block” dari sisi usia, akan tetapi laju kecepatannya sangat fantastis.

Sejak pesawat terbang pertama diluncurkan oleh Wright Bersaudara di tahun 1903, sekarang ini belum genap 120 tahun berlalu, orang sudah beraktifitas di Angkasa Luar antara lain dengan keberadaan ISS – International Space Station.

Lima negara bekerja sama, termasuk negara yang puluhan tahun bermusuhan dalam perang dingin kini bekerja sama mengarungi angkasa luar yang tentu saja sudah dipelajari secara mendalam akan menjadi lahan masa depan kehidupan umat manusia.

Bila kita melihat Indonesia, maka negeri tercinta ini memiliki pula sejumlah potensi keuntungan bagi pengembangan teknologi dirgantara. Mulai dari letaknya yang terurai sepanjang khatulistiwa sampai dengan luas kawasan dalam bentuk kepulauan dan berpegunungan telah memberikan sejumlah potensi yang menggiurkan dalam eksplorasi ruang angkasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Belum lagi berbicara tentang sektor pariwisata dan faktor jumlah penduduk yang sangat mendukung sisi keekonomian dalam konteks pengembangan pasar dunia berkait dengan keantariksaan.

Banyak yang bisa di olah dengan lebih menguntungkan bila kegiatan ke antariksaan dilakukan di atau dari Indonesia. Sekedar contoh sederhana saja , dalam bidang teknologi remote sensing yang berhubungan dengan tata letak satelit yang akan di orbitkan – posisi ruang angkasa Indonesia adalah sebuah kawasan ideal bagi pengoperasiannya.

Demikian pula berbicara tentang lokasi bagi sebuah spaceport atau cosmodrome, sebagai tempat yang diperuntukkan meluncurkan pesawat ruang angkasa dan atau roket pembawa satelit, maka Indonesia adalah merupakan wilayah yang sangat ideal terkait dengan efisiensi pengoperasiannya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.