Kompas.com - 19/05/2021, 05:30 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan, sebanyak 25 calon emiten bakal melantai perdana (initial public offering/IPO) di Pasar Modal. Namun, hingga kini ke-25 perusahaan tersebut masih masuk daftar tunggu (pipeline) pencatatan saham.

"Sampai dengan tanggal 18 Mei 2021, terdapat 25 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI yang saat ini masih menjalani proses evaluasi BEI," sebut Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia kepada wartawan dalam keterangan tertulis, Selasa (18/5/2021).

Adapun ke-25 calon emiten yang bakal IPO tersebut meliputi 4 perusahaan aset skala kecil di bawah Rp 50 miliar, 12 perusahaan aset skala menengah Rp 50-250 miliar, dan 9 perusahaan aset dengan skala di atas Rp 250 miliar.

Calon emiten tersebut juga terdiri dari 2 perusahaan dari sektor basic material, 5 perusahaan dari sektor industrial, 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik, 3 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, 5 perusahaan dari sektor consumer cyclicals.

Baca juga: Jangan Lupa, Ini Persyaratan agar Simpanan Bank Dijamin LPS

Selanjutnya, 2 perusahaan dari sektor properti, 2 perusahaan dari sektor teknologi, 1 perusahaan dari sektor kesehatan, 3 perusahaan dari sektor energi, dan 1 perusahaan dari sektor keuangan.

BEI sendiri belum dapat menyebutkan detail nama perusahaan yang akan melantai di Bursa. Termasuk perusahaan ternama seperti Gojek, Tokopedia atau GoTo yang digadang-gadang bakal masuk dalam Pasar Modal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Terkait dengan nama calon perusahaan tercatat, Bursa belum dapat menyampaikan sampai dengan OJK telah memberikan persetujuan atas penerbitan prospektus awal kepada publik sebagaimana diatur di OJK Peraturan Nomor IX.A.2," kata dia.

Kendati demikian bila GoTo melantai di bursa, BEI memastikan hal tersebut akan membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

"Market capitalization GoTo akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap size market cap Pasar Modal Indonesia. Sehingga dapat meningkatkan attractiveness Pasar Modal Indonesia di global market," ujarnya.

Baca juga: Sandiaga Uno Setuju Tempat Wisata Ditutup jika Tak Patuh Protokol Kesehatan



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.