Kompas.com - 19/05/2021, 07:56 WIB
Ilustrasi mata uang kripto. SHUTTERSTOCKIlustrasi mata uang kripto.
|

Mengutip Forbes, larangan ini adalah yang kedua sejak tahun 2017 lalu. Pada tahun ini, grup industri keuangan melarang lembaga keuangan untuk menerima atau menggunakan mata uang kripto dalam pembayaran atau penyelesaian, pengembangan layanan penukaran mata uang digital, dan penawaran layanan kepada klien.

Setelah pengumuman tersebut, nilai mata uang kripto secara global kembali turun sekitar 50 miliar dollar AS atau 2,5 persen, sehingga mendorong kerugian menjadi sekitar 500 miliar dollar AS dari level tertingginya di atas 2,5 triliun dollar AS.

Tercatat harga bitcoin sempat tumbuh tinggi lantaran beberapa institusi keuangan dunia mulai berlomba-lomba mengadopsinya. Pada Maret lalu, Morgan Stanley menjadi bank besar pertama di AS yang memberi nasabah tajir akses ke investasi mata uang kripto.

Kemudian disusul oleh Goldman Sachs dengan menawarkan mata uang kriptonya sendiri pada bulan April.

Dorongan itu membuat mata uang kripto melonjak hampir 500 persen selama setahun. Tentu saja, lonjakan juga didorong oleh beberapa perusahaan seperti Square, MicroStrategy, dan Tesla khususnya, yang mulai berinvestasi mata uang kripto.

Baca juga: BEI Kantongi 25 Calon Emiten, Termasuk GoTo?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Sumber Forbes,CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.