Kompas.com - 19/05/2021, 10:00 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal perdagangan Rabu (19/5/2021). Mengutip dari RTI, pukul 09.36 WIB, indeks acuan saham tersebut berada di level 5.817,30 atau turun 17 poin (0,29 persen).

Sementara pagi ini, nilai transaksi yang diperoleh sebesar Rp 2,06 triliun dari 5,04 lembar saham yang diperjualbelikan. Adapun saham yang menguat sebanyak 169, melemah 229, dan tidak alami perubahan sebanyak 159 saham.

Sebelumnya, para analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini, akan menguat. Meskipun dibayangi kekhawatiran melonjaknya kasus Covid-19 di beberapa negara Asia termasuk Indonesia, usai libur panjang Lebaran, namun menurut Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper, IHSG tetap menguat.

"Secara teknikal, candlestick membentuk doji dan stochastic menyentuh area oversold mengindikasikan adanya potensi rebound jangka pendek. Sebelum nantinya melanjutkan pelemahan jangka panjang," katanya dalam analisa tersebut.

Baca juga: Guru TK Diteror Debt Collector, Bukti Bahayanya Pinjol Ilegal

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan, berdasarkan indikator, MACD, stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif. Meskipun demikian, terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga kedepannya berpeluang menuju ke resistance terdekat.

Sedangkan menurut analisa CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya, perkembangan pola gerak IHSG hingga saat ini masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi wajar. Peluang teknikal rebound masih terbuka lebar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di pasar spot, posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) juga melemah. Dikutip dari Bloomberg, kurs rupiah turun 42 poin atau 0,30 persen menjadi Rp 14.315 per dollar AS. Pada Selasa (18/5/2021) kemarin, posisi mata uang Garuda ini juga melemah di Rp 14.272 per dollar AS.

Baca juga: IHSG Diproyeksi Masih Menguat, Berikut Saham yang Perlu Dicermati

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.