Penumpang Naik Usai Masa Larangan Mudik, Tertinggi di Transportasi Udara

Kompas.com - 19/05/2021, 21:42 WIB
Suasana Bandara Soekarno-Hatta di Kota Tangerang tepat satu hari usai laranhan mudik Lebaran, Selasa (18/5/2021). KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALSuasana Bandara Soekarno-Hatta di Kota Tangerang tepat satu hari usai laranhan mudik Lebaran, Selasa (18/5/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melihat adanya peningkatan jumlah pergerakan penumpang transportasi umum di semua moda transportasi setelah berakhirnya masa larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Juru Bicara Kemehub Adita Irawati mengatakan, tercatat ada sekitar 279.000 penumpang transportasi umum pada 18 Mei 2021 atau di hari pertama masa pengetatan pasca peniadaan mudik.

"Jumlah ini meningkat 191,6 persen dibandingkan dengan 17 Mei 2021 atau hari terakhir masa peniadaan mudik dengan jumlah sekitar 95.000 penumpang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/5/2021).

Baca juga: Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca-larangan Mudik

Adita menjelaskan, peningkatan jumlah penumpang terbanyak terjadi pada angkutan udara mencapai 721 persen. Lalu angkutan kereta api naik sebesar 454 persen, angkutan jalan naik 175 persen, angkutan penyeberangan naik 52,6 persen, dan angkutan laut naik 1,73 persen.

Menurutnya, peningkatan penumpang terjadi karena di masa pengetatan ini sudah tidak lagi dibutuhkan persyaratan perjalanan bagi mereka yang dikecualikan, seperti yang diberlakukan di masa peniadaan mudik.

Misalnya, seperti syarat perjalanan berupa surat tugas dari pimpinan instansi/perusahaan untuk kepentingan bekerja/dinas atau surat dari kepala desa untuk kepentingan mendesak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Meskipun ada lonjakan penumpang di masa pengetatan, penanganan penumpang di simpul-simpul transportasi tetap berjalan baik dan protokol kesehatan tetap dijalankan sesuai ketentuan,” kata Adita.

Adapun pada masa pengetatan syarat perjalanan 18-24 Mei 2021, pelaku perjalanan wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen atau GeNose C19, yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Ini berlaku untuk transportasi udara, laut, kereta api, dan penyeberangan.

Sementara untuk moda transportasi darat, kata Adita, guna mengantisipasi lonjakan penumpang pasca Lebaran, Kemenhub bersama stakeholder terkait telah melakukan sejumlah upaya yaitu dengan pengetatan protokol kesehatan.

Pelaku perjalanan darat, baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi seperti mobil dan motor, yang akan menuju ke Jabodetabek dilakukan tes acak Rapid Antigen di sejumlah titik, diantaranya di Tol Jakarta-Cikampek KM 34, Kedung Waringin, Bekasi, dan Balonggandu, Karawang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.