[TREN WISATA KOMPASIANA] Vending Machine Pizza Menginvasi Roma | Berlayar Bersama Fregat Jylland, Kapal Kayu Terpanjang di Dunia | Buddha Mania di Belanda

Kompas.com - 19/05/2021, 22:02 WIB
ilustrasi mesin penjual pizza otomatis di Roma. Dok. CNNilustrasi mesin penjual pizza otomatis di Roma.

KOMPASIANA---Inovasi industri kuliner terus mengalami perkembangan. Termasuk menjual Pizza melalui mesin otomatis.

Ya, sebuah perusahaan asal Italia, Lets Pizza, menjual makanan khas Italia ini melalui mesin penjual otomatis.

Mulanya, bos perusahaan Lets Pizza, Claudio Torghele, melalukan inovasi dengan menjual pizza sebagai makanan beku. Namun, sejak 2009 dia tertarik menjual pizza dengan mesin.

Kendati demikian, penjualan dari Lets Pizza tidak banyak dikenal di Italia sebelum akhirnya produsen dari perusahaan lain, Mr. Pizza, yang justru hadir belakangan, lebih terkenal.

Akan terapi, meskipun laris, penjualan pizza ini dinilai tidak sesuai tradisi pizza khas Italia.

Selain mengenai penjualan pizza melalui mesin, ada juga pembahasan kapal kayu terpanjang terpanjang di dunia serta penganut Buddha di Belanda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut konten-konten menarik dan populer pada kanal Wisata di Kompasiana:

1. Kala Pizza ala "Vending Machine" Menginvasi Roma

Biasanya jika kita ingin membeli pizza bisa datang langsung ke restauran atau pesan secara online. Tetapi kali ini berbeda.

Sebuah perusahaan di Italia membuat inovasi baru bagi pelanggan yang ingin menikmati pizza. Yakni melalui mesin penjual otomatis.

Meskipun penemuan ini termasuk sangat hebat. Namun, mesin ini nyaris tidak terdengar di Italia, setidaknya hingga minggu lalu ketika "Mr. Go Pizza", pizza vending machine pertama di kota Roma, mulai ramai diberitakan.

Akan tetapi, sepertinya mayoritas warga Italia tidak menyukai pizza kreasi mesin ini. Apa alasannya? (Baca selengkapnya)

2. Berlayar Bersama Fregat Jylland, Kapal Kayu Terpanjang di Dunia

Di Semenanjung Djursland, Denmark, terdapat kota Ebeltoft. Kota pelabuhan tua yang indah ini menyimpan sejarah yang sangat menarik untuk disambangi.

Kompasianer Hennie Triyana membagikan pengalamannya saat berkunjung ke sana. Menurutnya, Ebeltoft letaknya tidak terlalu jauh dari Bandar Udara Aarhus (Aarhus Lufthavn/AAR).

Kota ini dari Jerman dapat dicapai melalui darat dengan mengendarai mobil melalui jalan tol Eropa 45 (E45), rute yang menghubungkan negara Norwegia, Finlandia, Swedia, Denmark, Jerman, Austria, dan Italia.

Di tepian teluk Ebeltoft, di museum pelabuhan terdapat satu kapal besar yang bersandar, Fregat Jylland namanya. Sebuah kapal kayu terpanjang di dunia yang menyimpan sejarah angkatan laut di Denmark. (Baca selengkapnya)

3. Buddha Mania di Belanda

Kalau berkunjung ke pusat-pusat penjualan tanaman di Belanda, kita akan melihat begitu banyak aneka patung Buddha yang dijual.

Kompasianer Walentina Waluyanti mengatakan tren patung Budha di Belanda bisa dikatakan sudah menyingkirkan kepopuleran hiasan patung kabouter atau orang-orang kerdil di antara bunga dan tanaman di kebun.

Fenomena ini unik, mengingat jumlah penganut Buddhisme di Belanda hanya sekitar 1% dari jumlah total penduduknya.

Namun pertanyaannya, mengapa harus patung Buddha? (Baca selengkapnya) (IBS)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.