Simak Proyeksi IHSG dan Saham-saham yang Bisa Dicermati Hari Ini

Kompas.com - 20/05/2021, 08:16 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada Kamis (20/5/2021). Sebelumnya, IHSG ditutup melemah satu persen ke level 5.760,58.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, pergerakan IHSG saat ini terlihat masih dibayangi oleh gelombang tekanan yang belum akan berakhir.

Namun, investor akan menantikan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait neraca perdagangan yang akan diumumkan hari ini.

"Sedangkan jelang rilis data perekonomian neraca perdagangan pada hari ini disinyalir masih berada dalam kondisi stabil. Hal ini tentunya akan turut memberikan sentimen bagi pergerakan IHSG, sehingga momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek dengan kategori trading harian," ujarnya.

Baca juga: Ini Faktor Penyebab Naik Turunnya Harga Saham

IHSG diperkirakan berada di level 5.711 hingga 5.978. Adapun pilihan saham yang jadi pertimbangan dia antara lain BBCA, INDF, TLKM, BBRI, KLBF, EXCL, dan SRIL.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper menilai pergerakan IHSG masih dibayangi kekhawatiran semakin tingginya kasus Covid-19 di beberapa negara di Asia, termasuk di Indonesia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, investor juga dinilai akan mencermati pernyataan The Fed terkait kebijakan ekonomi ke depan.

"Secara teknikal tekanan jual masih sangat tinggi sehingga diperkirakan masih akan bearish dalam jangka menengah," kata dia.

Sementara itu Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, berdasarkan indikator, MACD, dtochastic dan indeks kekuatan relatif atau RSI masih menunjukkan sinyal negatif.

"Di sisi lain, terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG," kata Nafan.

Berdasarkan rasio fibonacci, support maupun resistance maksimum berada pada 5.711,33 hingga 5.831,51.

Baca juga: PT Pegadaian Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Posisi dan Syaratnya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X