Kompas.com - 20/05/2021, 12:15 WIB
Gerbang Tol (GT) Bogor Selatan sebagai Off Ramp KM 42+500 Tol Jagorawi. Dok. PT Jasamarga Metropolitan Tollroad.Gerbang Tol (GT) Bogor Selatan sebagai Off Ramp KM 42+500 Tol Jagorawi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menerapkan masa konsesi kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk pengoperasian jalan bebas hambatan yang dapat berlangsung puluhan tahun.

Meski dibangun swasta hingga BUMN, jalan tol sebenarnya adalah tetap milik negara. Operator jalan tol hanya mendapatkan konsesi.

Konsesi adalah pemberian hak, izin, atau tanah oleh pemerintah, perusahaan, individu, atau entitas legal lain. Model konsesi umum diterapkan pada kemitraan pemerintah swasta (KPS) atau kontrak bagi hasil.

Di Indonesia, rata-rata masa konsesi pengoperasian jalan tol lazimnya di atas 30 tahun karena mempertimbangkan pengembalian modal investasi yang sudah dikeluarkan.

Baca juga: Mengapa Kapal Berbendera Panama Menguasai Lautan Dunia?

Pemerintah bahkan bisa memberikan konsesi jalan tol hingga 50 tahun untuk memberikan peluang pengembalian modal lebih tinggi untuk operator jalan tol.

Menurutnya, penambahan konsesi jalan tol menjadi 50 tahun paling sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam beleid ini penyedia infrastruktur diberikan konsesi paling lama 50 tahun. Sedangkan saat ini masa konsesi yang diberikan kepada BUJT rata-rata 35-40 tahun.

"Untuk konsesi semuanya akan dimaksimalkan menjadi 50 tahun. Yang pasti, pemerintah tidak mungkin membiarkan investor kesulitan," kata Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dikutip dari Kontan.

Baca juga: Ini Tarif Derek Tol Resmi Jasa Marga dan Cara Menghubunginya

Uang yang masuk dari pembayaran tarif tol digunakan sebagai pengembalian investasi. Selain itu, pengembalian investasi didapatkan dengan kenaikan rutin tarif tol yang disesuaikan dengan Standar Pelayanan Minimum atau SPM.

Mungkinkah jalan tol gratis?

Skema pengoperasian jalan tol dan masa konsesi di Indonesia sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2017 tentang Jalan Tol.

PP tersebut merupakan revisi dari aturan lama yakni PP Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Dalam regulasi tersebut yang diatur di Pasal 50, jalan tol yang habis masa konsesinya akan diambil alih negara dan bisa dijadikan statusnya menjadi jalan umum alias tak lagi dikenakan toll atau biaya (gratis).

Baca juga: Rincian Lengkap Tarif Tol Semarang-Solo 2021

Lalu kapan jalan tol bisa digratiskan?

Sejauh ini, belum ada jalan tol di Indonesia yang sudah digratiskan. Dalam kasus Tol Jagorawi, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang masa konsesi.

"Selain ditetapkan menjadi jalan umum tanpa tol sebagaimana dimaksud pada Pasal 50 ayat (2), jalan tol yang telah selesai masa konsesinya dapat tetap difungsikan sebagai jalan tol oleh Menteri atas rekomendasi BPJT," bunyi Pasal 51 PP Nomor 30 Tahun 2017.

Menurut pemerintah, jalan tol yang habis masa konsesinya tetap dikenakan tarif dengan tiga pertimbangan yang meliputi kondisi keuangan negara, dan peningkatan kapasitas dan pengembangan jalan tol.

Baca juga: Apa Saja Perbedaan Terusan Suez dan Terusan Panama?

Perpanjangan masa konsesi juga diberikan guna mendukung pengusahaan jalan til lainnya yang layak secara ekonomi, tetapi belum layak finansial yang ditugaskan pemerintah kepada badan usaha.

"Besaran tarif untuk jalan tol sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada kebutuhan biaya operasi dan pemeliharaan, peningkatan kapasitas yang ada, serta pengembangan jalan tol yang bersangkutan," bunyi Pasal 51 ayat (2).

Di Indonesia, sebenarnya sudah ada dua tol yang masa konsesinya sudah pernah habis, namun kemudian diperpanjang. Kedua jalan bebas hambatan itu adalah Tol Jagorawi dan Tol Jakarta-Cikampek.

Tol Jagorawi masih memiliki masa konsesi hingga 2044 setelah diperpanjang. Konsesi itu dimiliki PT Jasa Marga (Persero) Tbk, yang mendapat jatah konsesi hingga 40 tahun dimulai dari tahun 2005.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Cashback dan Bedanya dengan Diskon

Selain itu, pihak Jasa Marga pun memegang hak konsesi pada tol Jakarta-Cikampek. Masa konsesinya pun sama, selama 40 tahun yang dimulai sejak tahun 2005 dan berakhir pada 2044.

Menggratiskan jalan tol yang habis masa konsesinya pernah jadi janji politik pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat kampanye Pilpres 2019 lalu. 

Menurut pasangan itu, menjadikan jalan tol yang habis masa konsesi menjadi jalan umum bukan hal yang mustahil, karena hal tersebut juga sudah dilakukan negara tetangga, Malaysia. 

Baca juga: Deretan 7 Jalan Tol Terpanjang di Indonesia



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.