Erick Thohir Galang Bantuan untuk Rakyat Palestina

Kompas.com - 22/05/2021, 16:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thorir menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan UI secara virtual, Sabtu (17/10/2020). Dok. Universitas IndonesiaMenteri BUMN Erick Thorir menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan UI secara virtual, Sabtu (17/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Erick Thohir menyampaikan komitmennya bersama pemerintah Indonesia untuk berada di belakang rakyat Palestina.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN ini menjelaskan, MES merasa memiliki tanggung jawab moril untuk bersuara menyerukan hak rakyat Palestina kepada komunitas global.

Erick menilai MES sebagai organisasi yang bergerak di sektor ekonomi, sisi kemanusiaan adalah hal yang utama. Sebab pada hakikatnya, ekonomi syariah punya tujuan akhir untuk memenuhi kesejahteraan bersama.

Baca juga: Bank Indonesia Tegaskan Tidak Pernah Blokir Transfer Uang ke Palestina

Sebagai wujud solidaritas, MES akan menyalurkan bantuan dalam bentuk obat-obatan ke daerah yang membutuhkan, seperti di Gaza.

"Dalam semangat solidaritas kemanusiaan, MES akan menggalang sumberdaya yang dimiliki untuk memberikan obat-obatan kepada rakyat Palestina melalui donasi para anggota MES," ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mantan bos Inter Milan ini menambahkan, bantuan dari MES ini merupakan solusi yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan di Palestina.

Dia pun mengajak para anggota MES dan masyarakat umum yang ingin memberikan bantuan dalam bentuk obat-obatan dapat melakukannya melalui https://kitabisa.com/solidaritasbantupalestina dan BSI (BNI Syariah), Nomor Rekening 0113677917 An. Masyarakat Ekonomi Syariah.

"MES harus hadir memberikan solusi dimanapun. Untuk kemaslahatan umat,” kata Erick.

Baca juga: Seperti Apa Kehidupan Ekonomi Warga Palestina?

Sebagai informasi, konflik Israel Palestina di Masjid Al-Aqsa sebelumnya terjadi pada Jumat (7/5/2021) jelang akhir Ramadhan.

Hamas kelompok bersenjata yang menguasai Gaza lalu mengultimatum pasukan Israel mengosongkan kompleks Masjid Al-Aqsa paling lambat tanggal 10 Mei jam 6 sore.

Israel mengabaikan ultimatum itu, lalu Hamas menembakkan roket-roket, yang berlanjut pada bombardir serangan udara Israel di Jalur Gaza.

Serangan Israel di Gaza sejak 10 Mei telah menewaskan 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak dan milisi, serta melukai 1.900 orang lainnya menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Baca juga: Bantah Dagang Vaksin Gotong Royong, Erick Thohir: Pemerintah Sudah Keluarkan Rp 77 Triliun



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X